Star Cloud


Pairing : YeWook

Cast: Yesung a.k.a Cloud n Kim Ryeowook

Genre : Fantasy Romance

Rating : T *mungkin*

Warning : banyak typo sana sini, gaje abal n bikin boring

Summary: sebuah bintang jatuh dan menghansurkan rumah wookie.

Disclaim: Yesung dan cerita ini adalah milik author *d cakar ma cloud*

 

 

Seorang yeoja manis tengah meringkuk sendiri meratapi kesendiriannya. Sambil menatap langit dia bercerita pada sang bintang yang seakan dapat mendengar dan menjawab setiap ucapan yang dia ucapkan. Setiap malam yeoja yang sudah setahun hidup sendiri akan menatap bintang yang sering dia ajak bercerita. Dia akan menceritakan setiap kejadian yang dia alami seharian pada sang bintang. Bintang yang dianggapnya sangat special, bintang yang seakan memberinya semangat,  jika yeoja itu menatapnya.

Cloud nama bintang itu. Nama yang diberikan oleh yeoja manis itu, seakan bintang itu adalah miliknya. Nama yang diberikan oleh seorang yeoja kim ryeowook karena bintang itu seakan bisa melihatnya dan bersinar kepadanya.

~Ryeowook pov~

“Cloud? Apa kau tau hari ini adalah setahun kematian ummaku.” Kupandangi bintang kesayanganku jauh diatas langit malam dan mencurahkan isi hatiku padanya. Seakan sang bintang cloud bisa mendengarku.

“Umma.. pogoshippoyo.” Ucapku lirih pada sang bintang cloud.

Kuulurkan tanganku seakan meraih sang bintang dan kugenggam cahaya bintang ditanganku. Kutarik dan kutenggelamkan tanganku kedadaku yang terasa sakit, seakan hal yang kulakukan dapat menenangkan hatiku. Tanpa terasa bulir bening membasahi pipiku berkali-kali. Aku membiarkan air mataku jatuh membasahi pipiku.

“Cloud… kau mungkin tidak bisa mendengarku. Tapi bagiku kau adalah cloud yang selalu menemaniku. Selalu bersamaku hingga saat ini.” Kutekan dadaku yang terasa sakit. “tahukah kau cloud, ini mungkin konyol, tapi mungkin aku memang aneh. Aku merasa kau bisa mendengarku dan menjawab setiap ucapanku” tanpa dibendung, airmataku terus mengalir deras.

Kurasakan sesuatu menenangkan hatiku saat kulihat cloud berkedip menerangkan cahayanya. Seakan mataku turut bersinar menatapnya. Kutatap cloud lekat, “Gomawo cloud….” Ucapku lirih pada sang bintang

Berkali-kali cloud berkelap kelip, seakan menjawab setiap ucapanku dan menenangkanku. Tapi, tiba-tiba sinarnya berubah sangat terang dan bergeser dari tempatnya.

“Ommo…. Bintang cloud jatuh.” Aku kaget melihat cloud yang tiba-tiba bergeser seperti meteor.

.

.

PRANG…..BRUG…..

Suara itu mengagetkanku. Sebuah ledakan besar mendarat dan membuat lubang besar di atap rumahku. Kejadian itu terjadi begitu cepat, cloud jatuh seperti meteor dan sebuah ledakan tepat terjadi di rumahku.

.

.

Sebuah kawah besar mendarat tepat di dalam rumahku. Menghancurkan dan memenuhi ruang tamu dengan asap tebal dari bekas jatuhnya cloud tadi.

Kulihat kawah yang cukup besar dan perlahan asap yang mulai menghilang, memperlihatkan kedalamannya. Memperlihatkan sesosok atau entah apa yang berada di dasar kawah tersebut. Apa mungkin….?

Kusipitkan mataku, mencoba menangkap dengan jelas dan meyakinkan apa yang aku lihat cukup mustahil untuk dipercaya. Sesosok manausia? Manamungkin…?

Sosok itu perlahan terlihat lebih jelas saat asap yang menutupi kawahnya menghilang. Kutatap sosok itu horror tidak percaya apa yang kulihat di depan mataku.

“Seorang manusia…?” fikirku

Dia meringkuk membentuk seperti batu. Dan… ommo….!!! Kualihkan pandanganku dari sosok manusia yang kulihat tidak mengenakan selembar pakaianpun *yadong* Wajahku tiba-tiba panas, aku malu melihatnya. Secepatnya kuambil selimut dan kucoba untuk mendekatinya dan menutupi tubuh bugilnya dengan selimut yang kuambil.

Tanpa sedikit perasaan takut dengan kemunculan manusia aneh di rumahku. Entahlah dia manusia atau alien tapi sosoknya seperti manusia.

“Namja..? yeoja..?” batinku menatapnya, membimbingnya keluar dari kawah besar yang merusak lantai rumahku. Aku tidak sempat memperhatikannya (?) *maksudnya memperhatikan#Plak

.

.

o0o0o0o0o0o000o0o

Kupandangi sesosok manusia yang duduk dihadapanku. Mungkin manusia yang jatuh dari langit. Dia namja tapi parasnya mirip seperti yeoja. Hmm… sangat manis menurutku. Hidungnya mancung dan rambutnya sedikit berantakan *ya iyalah, baru jatuh* Kulitnya putih bersih seperti awan. Tanpa terasa aku tersenyum memandangi sosoknya.

Dia balik menatapku dan tersenyum. Ommo… dia tampan sekali.

Jantungku tiba-tiba berdenyut melihatnya tersenyum sangat manis. Kutatap matanya yang menatapku, matanya begitu jernih dan sangat menenangkan hati. Sosoknya begitu menawan dan sangat mempesona saat aku menatapnya. Dia begitu sempurnah menurutku.

.

.

“Anyoong..”  kucoba berbicara dengannya, entah dia mengerti atau tidak. Tapi dia tersenyum saat aku menyapanya. “Kim Reowook imnida.” Kutunjuk diriku sendiri mengisyaratkan kepadanya bahwa aku Kim Ryeowook. Dia hanya tersenyum menatapku.

Tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Dia hanya tersenyum menatapku dan itu membuatku salah tingkah dihadapannya. Bagaimana tidak salting, terus dipandangi oleh seorang namja. Manis pula…..

“Huff…..!” kuhembuskan nafas. Mungkin aku harus sabar menghadapinya. Dia jatuh di rumahku dan aku yang harus merawatnya.

~Ryeowook pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

 

Sret… sret …Prang…klontang….

Wookie tersadar dari tidurnya karena suara gaduh dari luar kamarnya. Dia bergegas keluar dan mencari dimana asal suara tersebut. Saat mengetahui ternyata namja yang semalam telah merusak rumahnya sedang mengacak-acak dapur, entah apa yang dicarinya.

“Ommo… Cloud! Apa yang kau lakukan?” Tanya wookie sedikit berteriak kepadanya dan itu membuatnya kaget dan balik menatatap yeoja yang sekarang menatap horror kearahnya. Ada sedikit rasa takut tergambar diwajahnya saat ini.

.

.

~Cloud pov~

Kupandangi wookie yang tadi meneriakiku. Bukannya dia marah, tapi hanya menegurku. Aku kaget mendengarnya. Mungkin karena melihat ekspresiku yang sedikit ketakutan. Dia menghela nafas dan berjalan mendekatiku.

“apa kau lapar cloud?” tanyanya padaku sembari membereskan dapur yang tadi kuhancurkan. Maksudku, ku buat berantakan.

Aku hanya diam di tempatku menatapnya datar tanpa menanggapi ucapannya. Bukannya aku tidak mengerti apa yang ia katakana. Aku hanya belum tau kata yang harus kukeluarkan. aku tidak faham kata-kata apa yang harus aku ucapkan.

Mungkin ini konyol, tapi aku juga tidak mengerti. Selama ini aku adalah sebuah bintang. Bintang yang menghiasi langit malam. Yang kutahu, ada seorang yeoja yang memberiku nama dan selalu mengajakku berbincang. Awalnya aku juga heran, mengapa aku bisa dengar dan mengerti apa yang yeoja yang bersamaku sekarang rasakan dan ucapkan saat itu.

Kadang dia menceritakan pengalaman bahagianya tapi kadang kala dia bersedih menatapku. di atas langit malam, aku sebagai bintang hanya dapat bersinar terang agar dapat menghiburnya. Tapi kadang kala kesedihannya itu membuat sinarku ikut meredup.

Malam saat aku melihatnya bersedih, malam saat aku jatuh dari langit dan muncul sebagai sosok manusia yang sama dengannya. Aku terlalu sedih melihatnya menitikkan air mata tanpa hentinya. Aku tau kalau yeoja manis yang memberiku nama Cloud itu sedang bersedih memikirkan ummanya yang sudah tiada. Saat itu sebagai sebuah bintang yang mengerti akan ucapannya, ingin sekali aku menenangkannya dan berada disampinggnya.

Fikiran itu tiba-tiba muncul entah dari mana *author juga nggak tau* instingku mengatakan kalau aku harus bersianar lebih cerah diantara bintang lain. Berkali-kali aku berkelip memperlihatkan cahayaku padanya. Entah apa yang terjadi atau apalah *author lagi2 malas menjelaskannya* seakan aku goyah dari tempatku di langit dan jatuh.

Aku tersadar saat seseorang yeoja menatapku heran akan kemunculanku yang tiba-tiba d rumahnya. Kupandangi sosok wookie yang kutahu sedang menyiapkan makanan untuk kami berdua.

~Cloud pov end~

.

.

Wooki yang sedang sibuk memasak untuk menyiapkan makanan untuk cloud. Sementara cloud yang sudah selesai menyiapkan dua buah piring di meja makan. Sekarang duduk manis sambil memandangi yeoja yang sedang asik memasak.

Yeoja yang sadar  kalau ada sepasang mata yang sedang memandanginya menjadi risih dan menghentikan aktifitas memasaknya sejenak lalu berbalik dan menatap namja yang memandanginya.

“waeyo..? mengapa kau memandangiku?” Tanya wookie pada cloud.

Cloud yang melihatnya hanya tersenyum sambil masih memperhatikan wookie yang lanjut memasak. Namaj itu bingung, dia mengernyitkan dahinya berfikir ingin menjawab pertanyaan wookie. Ia bingun kata apa yg harus diucapkan. *ckckck dasar yesung aneh, gitu aja bingung*

.

.

“Wo…wookieya..!” akhirnya satu kata diucapkan, tapi hanya sebuah nama yang berhasil membuat…

“Aduh…!” tiba2 jari wookie terbakar karena kaget mendengar cloud yang berbicara memanggil namanya.

Cloud yang melihatnya kesakitan menghampiri dan menyeret tangan wookie ke wastafel untuk d basuh dengan air.

.

.

~Ryeowook pov~

“Cloud… tadi…kau memanggil namaku?” kutatap cloud yg sedang membasuh tanganku dengan air.

Entah karena aku kaget mendengarnya atau karena sangat bahagia tanpa aku sadari sebulir cairan bening jatuh membasahi pipiku.

Cloud yg sementara membasuh tanganku menghentikan aktifitasnya dan menatapku khawatir. Dapat kulihat kesedihan dimatanya karena melihatku menangis.

Dia menyentuh kedua pipiku setelah menghapus air mata yang membasahi pipiku. Kutatap matanya yg menatapku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Dengan gagap, perlahan dia membuka bibirnya…

“Gwe…gwenchana…?” ya… hanya dengan sebuah kata yang berhasil membuatku menangis bahagia.

Segera kupeluk tubuh cloud erat karena bahagia mendengarnya mengucapkan sepatah kata.

“wo..wookieya? gwe…gwenchana…?” kudengar cloud berbisik di telingaku saat aku memeluknya. Aku merasakan dia balas memelukku erat. Dan aku mengangguk menanggapi ucapannya.

~Ryeowook pov end~

.

.

Harini ini adalah hari libur, aku mengajak cloud jalan-jalan memperkenalkan kota yang baru didatanginya. Entah kenapa sejak kejatuhan seorang namja *kejatuhan duren kali* di rumahku semalam wookie mendapatkan kesibukan sendiri. Itu membuat wookie melupakan kesedihannya.

“Haeyo….?” Wookie memiringkan kepalanya menatap namja yang sedang asik duduk d kursi taman memandangi anak2 yg sedang bermain pasir. “Apa kau tau berapa umurmu sekarang?” tanyanya cepat. Wookie merasa kalau cloud terlihat lebih tua dari dirinya.

Namja itu menggelengkan kepala karena tidak mengerti. Sepertinya kepaboan yesung muncul. #plak Wookie hanya tersenyum dan memikirkan satu ide.

“Cloud.. gmana kalau aku memanggilmu Oppa dan tanggal lahirmu kita tetapkan saat kau jatuh kemarin?” Cloud memandangi wookie antusias dengan pernyataannya. “Gimana cloud… eh maksudku Oppa…?”

Dengan tampang kepaboannya yang masih d perlihatkan *author d sate* cloud mengangguk setuju dengan ide yang diberikan wookie.  Entah cloud mengerti atau tidak. Tapi melihat ekspresi wookie yg sangat bahagia cloud stuju2 aja.

.

.

~Cloud pov~

Wookie tiba2 berlari dan memetik sebuah bunga, apa yang ingin di lakukan.

“Oppa..”

“Eh… dia memanggilku kan?” batinku.

Itu aku, mulai sekarang wookie memanggilku Oppa, entah kenapa *author jg bosan menulis kata entah kenapa* aku senang di panggil Oppa.

Wookie berlari kecil menghampiriku membawa sebuah bunga yg dipetik tadi. dia duduk dan menghadap kearahku sambil menyodorkan setangkai bunga.

“Oppa.. ni buat oppa” setangkai bunga lili disodorkan padaku yang spontan membuat aku terharu bahagia.

Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menghadiahkanku ciuman singkat di pucuk kepalaku.

Saat itu juga ada sebuah rasa yg membuat jantungku  berdegup kencang dan membuat jantungku merasa perih. Perasaan ini baru kurasakan. Kutekan dadaku yang kurasa agak sakit.

“Oppa.. gwencana?”

“Ne.. gwencana..” kataku pada wookie menenangkannya.

“wookieya… Gomawo.”

“ne.. Oppa..!”

Tiba-tiba wookie memelukku lagi dan rasa itu datang lagi, membuat jantungku berdegup kencang. Tapi rasa ini seakan membuatku bahagia.

~Cloud pov end~

 

Sudah seminggu cloud hadir di kehidupan wookie. Yeoja itu seakan mendapat  seseorang yang berarti bagi dirinya. Apalagi dia tau, kalau cloud itu perubahan dari cloud bintang kesayangannya. Dia semakin menyukai cloud yang hadir di kehidupannya.

Sementara cloud yang sudah merasa mengenal wookie lama. Semakin hari semakin menyayangi yeoja yang satu-satunya menjadi teman berbincang saat masih menjadi sebuah bintang. Ditambah yeoja manis itu sangat baik,  polos, dan tidak sombong.

.

.

Wookie menatap wajahnya di cermin, wajahku sedikit pucat. Aku langsung melepaskan piamaku dan kuganti dengan dres berlengan berwarna putih.

Krek…

~Wookie pov~

Aku langsung menoleh kearah pintu kamarku yang terbuka. Kulihat Cloud Oppa menyembulkan kepalanya kedalam. Dia kok lucu amat…

“wayo Oppa…?” namja ini sudah menjadi bagian hidupku kurasa. Aku sangat saying padanya. Entah dia juga merasakan hal yang sama.

Dia tersenyum manis dan berjalan mendekatiku. Dari ujung rambut dia memperhatikan sosokku. Sontak wajahku tiba2 memerah karena dipandangi.

“Ya.. Oppa.. jangan melihatku seperti itu.” Kataku bête sambil mengusap kepalaku yang menatapnya cemberut yang kali ini tersenyum menatapku. namja itu langsung mengusap-usap lembut kepalaku dan mencium pipiku sekilas.

Setelah melakkukan hal itu, dia meninggalkanku di kamar.

Tak ada kata-kata yang ku ucapkan, aku seperti membeku di tempat saat cloud menciumku. Kurasakan degup jantungku kacau dan wajahku memanas. Kupandangi wajahku di cermin dan bisa kulihat wajahku kini memerah padam.

Aku diam sendiri dalam kamarku memikirkan perlakuan cloud oppa padaku. Aku ingin seperti ini terus, aku tidak ingin cloud oppa pergi. Walau kutahu hanya disini tempatnya hanya di tempatku. Tapi aku takut dengan kemungkinan nanti dia kan meninggalkanku.

.

.

“Oppa..” dia berbalik menatapku yang lagi2 asik dengan kura2nya.

Kudekati dia, “mauka kau tinggal disini bersamaku selamanya Oppa?” dengan cukup keberanian aku meminta hal yang ingin sekali kukatakan. Aku menunduk tak berani menatapnya.

Oppa tersenyum menatapku “wookie… aku kan memang hanya ada satu tempat tinggal. Yaitu disini.”

Aku senang mendengar pertanyaannya. “jadi oppa tidak akan pergi, gomawo oppa.”

Segera kupeluk oppa cloud, seakan tidak ingin melepaskannya.

“wookie.. aku akan tinggal disini bersamamu selamanya.” Kudengar oppa berbisik di telingaku.

Aku mengangguk dalam pelukannya. “Ne oppa. Gomawo…!”

 

END

 

 

Nah loh …. FF garing n abal.

Entah kenapa aku merasa ff ini maksa banget, aku malas ngetiknya. Author kehabisan ide *nangis peluk yeppa*

Aku nggak puas dng ff ini. Kyaaaaaaaaaaaaa……… setres author…

Semakin lama aku nulis ff, aku merasa kata2’y semakin kacau, mohon d kritik. Agar aku bisa memperbaiki.

Mesti belajar terus…

Gomawo dah baca.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s