FF YeWook “Mian Wookie”

Mian Wookie

Genre : Romance

Pairing : YeWook

Jangan salahin author karena mencintai Yesung,

Yesung milik Tiiti dan selamanya milikku. *di kejar cloud*

 

 

~Ryeowook pov~

Sejak kejadian waktu ke Jepang dulu, Yesung Oppa jarang menyentuhku. Bahkan menciumku pun dia seperti ragu. Ada sesuatu yang membuatnya, memperlakukanku tidak semesrah saat pulang dari Jepang. Ada saat aku mendekatkan diriku padanya, dia seperti menghindariku dan jika kutanya alasannya. Dia tidak menatap mataku saat memberikan alasan.

Mengapa dia menjauhiku? Apa karena kejadian saat kami di jepang dulu? Apa karena hal itu dia marah dan menjauhiku?
aku memang mencintainya, tapi aku belum siap melakukannya. Bukan karena tidak mau, tapi karena aku takut setelah melakukannya dia akan meninggalkanku.

Aku sering mendengar cerita dari teman-temanku. Mereka ditinggalkan oleh pacarnya setelah memberikan semuanya pada lelaki yang dicintainya. Entah itu cinta atau hanya nafsu yang membuat mereka melakukan hal seperti itu.

Akh…. Aku tidak mau seperti itu.

Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau sebelum aku resmi menjadi miliknya. Apakah aku egois jika berfikir seperti itu? Tapi itu kan keinginan setiap yeoja. Memberikan dirinya seutuhnya pada namja yang dicintainya saat mereka benar-benar sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan.

“kenapa melamun?” sebuah usapan lembut dikepalaku menyadarkan dari lamunanku.

Aku menatap namja yang mengelus kepalaku tadi. Aku tidak sadar kalau dia sudah ada di dekatku.

Yesung oppa, namja yang aku cintai selama 2 tahun ini. Namja yang mendapatkan tempat sepenuhnya dihatiku. Namja manis yang membuat aku bingung selama beberapa hari ini.

“aniyo oppa, aku hanya memikirkan sesuatu”

“waeyo..? apa yang kau pikirkan chagi?”

Kutatap yesung oppa lembut yang balas menatapku. Dia duduk di dekatku sambil menyandarkan kepalaku di bahunya.

~Ryeowook pov end~

Kim Ryeowook dan Yesung duduk di beranda apartemennya sambil memandangi pemandangan kota pada malam hari. Ya… sudah lama ryeowook merenungi nasibnya di beranda apartemennya. Hingga tidak terasa malam sudah menyelimuti kota Chongnan.

“Oppa…?” wookie berbisik dalam pelukan Yesung.

“Nae, chagi?” kata yesung lembut sambil mengusap  kepala wookie dan membenamkannya di dada bidangnya.

“apa oppa masih mencintaiku?” Kata wookie lirih.

Yesung tiba-tiba melepaskan pelukannya karena kaget mendengar pertanyaan wookie.

Wokie menatap yesung dengan mata berkaca-kaca menahan airmatanya yang ingin tumpah. Berharap mendapatkan jawaban yang jujur dari namja yang dicintainya.

Melihat raut wajah wookie yang menahan tangis, yesung tersenyum dan kembali memeluk wooki. Membenamkan wajah yeoja manis itu didada bidangnya.

“Chagiaya… kau dengar kan degup jantungku.” Yesung menekan kepala wookie di dadanya. Agar yeoja itu bisa lebih jelas mendengar detak jantungnya. “itu menandakan aku sangat mencintaimu, aku kaget mendengarmu bertanya seperti itu. Kau tau kan hanya kau Yeoja yang aku cintai. Aku tidak pernah berbohong kepadamu.”

Wookie melepaskan pelukannya dan menatap mata namja yang dicintainya itu. Dia mencari kebohongan yang mungkin muncul melalui tatapan mata yesung. Kata orang, mata tidak mungkin berbohong. Tapi jujur, tak ada kebohongan yang didapatkan wookie. Namja itu jujur, wookie bisa merasakan lewat tatapan yesung padanya dan hatinya pun berkata demikian.

Wookie mendekatkan wajahnya ke namja manis yang ada dihadapannya. Perlahan dia mencium bibir yesung hingga dia berbaring di sofa yang mereka duduki. Tapi belum beberapa lama mereka berciuman, yesung mendorong wookie dan melepaskan ciumannya.

“waeyo oppa?” wookie menatap yesung kaget yang tiba-tiba melepaskan ciumannya.

“Anie, aku hanya tidak enak badan.”  Wookie menatap kekasihnya itu yang berjalan meninggalkannya sendiri di beranda.

Sekali lagi wookie bersedih mendapatkan alasan yang tidak bisa dia terima.

~Yesung pov~

Mengapa aku seperti ini? Mengapa aku selalu menyakitinya? Aku tidak ingin menciumnya lebih lama, jika itu terjadi aku tidak mampu menahan setan yang ada dalam diriku. Aku tidak mampu menahan untuk menyentunya lebih dari ciuman.

Aku takut kejadian waktu di Jepang terulang lagi. Saat itu aku setengah mabuk, dan masih setengah sadar. Aku memaksanya dan beruntung kesadaranku muncul saat kulihat dia menangis. Aku membuat yeoja yang aku cintai menangis karena perlakuanku. Aku tidak ingin hal itu terulang lagi.

Sejak saat itu, aku tidak berani menciumnya lebih jauh. Tapi hal itu membuat wookie bersedih karena kelakuanku yang seperti menjauhinya.

~Yesung pov end~

.

.

.

Wookie berjalan menuju supermarket yang berada beberapa blok dari tempatnya tinggal. Berjalan beberapa menit akan sampai di tujuannya.

Setelah beberapa lama wookie memilih bahan yang akan dia masak pada malam hari ini. Dia berjalan ke kasir dan membayar semua total belanjaanya. Dia bergegas keluar dari supermarket dengan perasaan bahagia. Memikirkan wajah kekasihnya nanti yang mendapatkan makan malam special.

Yeoja manis itu berencana membuatkan makan malam untuk kekasih yang dicintainya. Dia ingin membuat kekasihnya bahagia.

Dia berjalan menelusuri setiap blok menuju apartemennya. Dia berlari kecil karena saat itu cuaca tidak mendukung untuk berjalan lebih lama. Sepertinya hujan akan membasahi Chungnan malam ini. Gerimis perlahan membasahi yeoja manis itu.

Didepan sebuah toko  dia berhenti dan menatap sebuah gaun yang berwarna ungu. Sebuah gaun yang cukup manis jika dipakai di tubuh mungilnya. Sebuah gaun berwarna ungu yang mungkin akan membuat Yesung lebih menyayanginya jika dia melihat wooki memakai gaun itu.

Dia berjalan masuk ke toko  itu dan berniat membeli gaun yang dilihatnya tadi.

.

Srak….. *Bayangkan suara kantong belanjaan jatuh berserakan*

.

~Ryeowook pov~

Tatapanku tertuju pada namja yang ada di dalam toko yang ingin kumasuki. Namja itu…. Namja yang aku cintai.

Aku terpaku di depan pintu toko yang ingin kumasuku tadi. Kutatap namja manis yang aku cintai. Mataku panas dan air mataku mengalir deras membasahi pipiku. Sakit… sakit hatiku melihatnya bersama dengan seorang yeoja.

Mengapa dia tersenyum bahagia bersama yeoja itu. Sepertinya dia sangat bahagia bersamanya.

Namja yang aku cintai sudah sangat lama, sekarang bersama dengan seorang yeoja lain. Apa karena ini yesung oppa menjauhiku?

.

.

.

Aku berjalan menembus hujan deras yang membasahi kota chongnan saat ini. Aku merasakan hujan ini akan mendinginkan hatiku yang panas karena perbuatan namja yang aku cintai. Dengan tubuh yang mulai menggigil karena terlalu lama kehujanan. Kupaksakan kakiku melangkah menuju apartemen.

Langkahku gontai dan sesaat akan ambruk, tapi dengan sigap kupegang tiang lampu jalan yang ada didekatku. Aku berhenti sejenak dan berjongkok. Kubiarkan hujan membasahi tubuhku yang sudah mulai kedinginan. Tubuhku lemah dan tak sanggup berjalan lagi.

~Ryeowook pov end~

.

.

Saat ini hati wookie sedang hancur karena melihat namja yang iya cintai bersama dengan yeoja lain selain dirinya. Dia sakit hati karena mendapatinya sangat bahagia bersama yeoja itu.

Fikiran yeoja manis yang sekarang diguyur hujan telah kosong, dia seperti yeoja pabo yang ingin menghilang dari dunia ini.

.

.

Di tempat lain Yesung dan yeoja yang ditemaninya sedang merencanakan sesuatu.

“Yesung-ssi…! Bagaimana kalau kamu membelikan wookie gaun yang ada di sana.” Yeoja yang bersama yesung menunjuk gaun yang berwarna ungu yang terpajang di etalase toko.

Yesung menatap gaun itu penuh takjub. Dia membayangkan bagaimana cantiknya wookie, yeoja yang dicintainya itu memakai gaun berwarna ungu itu.

“Ne, bagus. Aku ambil gaun itu. Berapa harganya?” kata yesung pada pellayan toko.

Setelah membayar gaun yang tadi di pesan. Mereka beranjak meninggalkan toko dan bersiap menjalannkan rencananya.

Rencana untuk melamar wookie pada malam hari ini. Rencana yang dibuatnnya bersama dengan yeoja teman kerja yesung.

.

.

Yesung dan yeoja itu keluar dari toko dan berpisah mengambil taksi masing-masing. Berhubung jalur mereka berlawanan.

Yesung berlari memasuki taksi sambil melindungi belanjaannya dari hujan. Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi gaun yang akan dihadiahkan pada yeoja yang iya cintai. Sudah tergambar bagaimana wajah bahagia wookie saat dia menghadiahkan gaun itu dan wajah manisnya saat yesung melamarnya nanti.

.

.

~Yesung pov~

Aku tersenyum sendiri saat membayangkan wajah manis wookie saat kulamar nanti.

Kupandangi bulir hujan yang mengalir membasahi kaca taksi yang aku tumpangi. Tujuanku adalah apartemen tempat aku tinggal. Walaupun toko tadi hanya beberapa blok dari apartemenku, tapi aku memilih untuk naik taksi karena takut rencana yang kubuat gagal karena hujan ini.

Mataku tertuju saat kulihat seorang yeoja tengah berjongkok lemas. Yeoja yang sangat aku kenali tengah meringkuk dalam derasnya hujan. Apa yang terjadi padanya?

Kuhentikan segera taksi yang aku tumpangi dan berlari menghampiri yeoja yang aku cintai itu.

“Chagiya… Gwencana..?” tanyaku padanya cemas.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya.

Tanpa banyak bertanya, kuangkat tubuhnya dan kubawa masuk kedalam taksi yang aku tumpangi. Tanpa mempedulikan pakaian dan tubuhnya sudah basah karena hujan. Kupeluk dia dan kulepas jaket yang aku pakai untuk menghangatkan tubuhnya.

Entah sudah berapa lama dia kehujanan?

.

.

.

Setiba di apartemen aku baringkan wookie di ranjang tempat tidur dan melepaskan pakaian yang membasahi tubuh mungilnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya karena kedinginan.

Satu persatu kubuka bajunya, dan saat kubuka bajunya jantungku berdegup kencang. Aku ragu melakukannya, tapi aku harus. Aku takut terjadi apa-apa padanya. Aku takut dia sakit.

Kurasakan wajahku memanas karena melihatnya setengah telanjang. Sekilas kulihat bekas yang aku buat di tubuhnya mulusnya saat berada di Jepang. Bekas yang aku paksakan padanya terlihat masih membiru.

Aku merasa bersalah melakukan hal itu.

Jantungku berdegup kencang saat melepas semua pakaiannya. Dia menggigil saat merasakan angin meniup tubuh polosnya. Aku kasihan padanya.

Segera kuselimuti tubuh polosnya dan memakaikan pakaian yang kering ke tubuh yeoja yang aku cintai. Berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya.

Saat kuangkat tubuhnya untuk kupakaikan baju yang kering, wookie membuka matanya dan menatapku tanpa ekspresi.

“Op..oppa..!”

Kutatap wookie yang masih sangat lemas. Kupeluk dia sekilas, memberikan kehangatan padanya.

“Ne, wookie. Ini aku” kataku padanya lembut. Kupegang wajahnya dengan kedua tanganku dan kuhadapkan pada wajahku. Berharap dia mengenaliku.

“Gwencana. Wookiya ? apa yang terjadi padamu?” pertanyaan meluncur dari mulutku karena cemas.

Tapi, tak ada jawaban darinya, dia hanya terdiam dan airmata mengalir deras membasahi pipinya. Aku cemas akan tingkahnya yang seperti ini.

Kupeluk tubuh polosnya yang tadi kuselimuti. “Mengapa kau seperti ini? Katakana padaku, apa kau terluka?”

Seribu pertanyaan keluar dari mulutku, mencari tahu. Mengapa yeoja yang aku cintai menjadi seperti ini. Tapi dia hanya menagis dalam pelukanku dan tidak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.

Apa yang terjadi?

~Yesung pov end~

.

Malam  itu yesung menjadi kacau sekaligus cemas melihat kekasih yang dicintainya menderita. Dia tidak tahu penyebab mengapa ryeowook menjadi sedih dan membiarkan tubuhnya kehujanan.

Rencana yang semula untuk mengejutkan wookie menjadi kacau dan diapun melupakan rencana itu akibat terlalu besar kecemasannya pada yeoja mungil yang sedang menderita sekarang.

Yesung melupakan gaun yang sudah dibelinya dan sekarang berserakan di lantai kamar yesung. Sebuah cincin untuk mengikat wookie masih tersimpan rapi dalam jaket yesung. Dan sekarang jaket itupun tergeletak begitu saja dilantai kamarnya.

Rencana untuk melamar wookie gagal untuk malam ini.

.

.

~Ryeowook pov~

Mengapa dia harus menyelamatkanku? Mengapa aku harus bertemu lagi dengan namja yang membuat hatiku hancur?

Seharusnya dia meninggalkan ku saja ditengah derasnya hujan.

Hiks…hiks…. Tangisanku terus menjadi-jadi dalam pelukan yesung. Walaupun dia menghangatkanku dalam pelukannya tapi hatiku masih terasa dingin. Masih terbayang, bagaimana wajah bahagia namja yang aku cintai bersama dengan yeoja lain.

“Chagiya, apa yang terjadi?” sebuah pertanyaan muncul dari mulut yesung.

Aku hanya diam dalam pelukannya dan tidak berkata-kata sedikitpun. Aku hanya menangis dan menangis sedih.

Sebenarnya, aku juga kasihan melihatnya yang mencemaskanku. Tapi kecemburuanku lebih menguasai pikiranku untuk tidak mencari tau siapa yeoja yang bersamanya tadi.

“Wookie.. Chagiya… Jeongmal… katakana padaku apa yang terjadi padamu?” suaranya mulai bergetar menanyaiku, dia mulai menangis karena kediamanku.

“Jeongmal…katakana padaku!”

Aku…aku sedih melihatnya.

“Op..Oppa…” kuangkat wajahku dan menatap matanya yang sudah sembab akibat airmata yang terus mengalir.

.

~Ryeowook pov end~

.

.

Yesung memegang wajah wookie dengan kedua tangannya, menatapnya dengan kasih sayang.

“Siapa yeoja yang bersama oppa tadi di toko?” akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut wookie. Pertanyaan yang tidak ingin dikeluarkan karena kecemburuannya.

Dengan tatapan heran bercampur kecemasan yesung, dia memutar otaknya. Mencari siapa yeoja yang dia temui tadi.

Senyum terulas dibibir namja manis itu, saat mengetahui ternyata kekasihnya cemburu. Dia kembali senang dan teringat akan rencananya semula.

Yesung menatap yeoja yang ada dihadapannya lembut dan tersenyum mengetahui kalau rencananya akan berhasil.

“way…? Mengapa oppa tersenyum mendengar pertanyaanku?”  wookie heran melihat tingkah yesung yang tanpa bersalah sedikitpun.

“Ne.. Changkamman?” yesung beranjak dari hadapan wookie dan mulai mencari hadia untuk yoja kekasihnya. Sebuah hadiah cincin untuk melamar wookie dan sebuah gaun ungu yang nantinya akan sangat manis jika dikenakan di tubuh mungilnya.

Wookie menatap namjachinggunya seperti mencari sesuatu.

“Wookieya..” yesung berjalan sambil menenteng belanjaanya tadi dan  menyembunyikan cincin tunangan untuk wookie di sakunya.

“aku ingin memberikanmu sesuatu” yesung duduk di tepi ranjang dekat wookie sekarang. Bungkusan yang isinya gaun ungu diletakkan di hadapan wookie.

Ada sedikit kebahagiaan yang muncul d wajah manis yeojachiggunya. Sedikit senyum terlukis di wajah wookie saat melihat bungkusan itu.

Perlahan wookie membukanya dan dia kaget saat melihat gaun yang tadi ingin dibelinya. Gaun itu sekarang ada di tangannya dan dihadiahkan oleh namjachinggunya.

“Oppa…ini…?” senyum manis mulai tergambar di wajah manis wwokie dan itu membuat yesung mulai merencanakan tahap selanjutnya dari rencananya.

“Nae, ini tadi aku belikan di toko yang terletak beberapa blok dari sini.”

“Aku tadi melihat oppa di toko itu saat pulang dari belanja.” Wookie kembali teringat akan yeoja itu dan senyumannya juga hilang dari wajah manisnya.

Yesung menatap yeojachinggunya yang kembali muram tapi dia tetap tersenyum “kamu pasti melihatku dengan wanita di toko itu kan?” Tanya yesung pada wookie yang membuat wookie tertunduk dan berharap mendapatkan jawaban, siapa yeoja itu.

“Chagi… kau cemburu ya..?” yesung mengangkat wajah yeoja manis yang bersedih di hadapannya.

Senyum jahil tergambar di wajah yesung, melihat wajah yeojachinggunya memerah karena pertanyaan yesung.

“Oppa… siapa dia?” dengan wajah cemberut dan wajah yang semakin memerah wookie berusaha mencari tahu siapa yeoja yang bersama yesung tadi.

“Ne.. aku akan kasi tau. Tapi pakai dulu gaun ini. Aku takut, aku akan menyerangmu lagi jika terlalu lama melihatmu seperti ini.” Senyum evil tergambar di wajah manis namja itu.

Seakan baru sadar kalau selama ini wookie tidak memakai sehelai pakaianpun. Wajah wookie bersemu sangat.. sangat merah karena malu. Entah bagaimana tampang yeoja imut itu mendapati dirinya sekarang tanpa pakaian. Hanya selimut yang menutupi bagian bawahnya. Wookie segera menarik selimut dan menutupi bagian atasnya yang tadi terbuka.

Yesung tersenyum geli melihat tingkah yeoja cinggunya yang malu-malu itu.

“Apa yang oppa lakukan?” yeoja manis itu sekarang cemberut dan tertunduk malu di hadapan namja chinggunya.

Yesung hanya tersenyum geli melihat wajah kekasihnya memerah seperti udang rebus.

“Lebih baik kau pakai gaun itu, jangan banyak bicara.” Perintah yesung pada kekasihnya. Senyum jahil masih mengembang diwajahnya.

“Oppa lebih baik keluar!” perintah wookie pada namja chinggunya yang berusaha mengeluarkan nada marah tapi terdengar lucu di telinga yesung.

“Andwe… aku kan sudah melihatnya. Kau ganti dihadapanku saja.” Masih dengan senyum jahilnya. Yesung ingin mengerjai kekasinya itu.

“Mwo… Andwe.. oppa keluar…!” wookie kaget mendengar perkataan yesung. Dan sedikit perintah dia menyuruh namja chinggunya meninggalkannya untuk memakai pakaian.

Yesung hanya mendengar perintah wookie hanya sebagai teriakan manis dibibir mungilnya.

“arra.. arra… aku akan keluar” dengan sedikit kebahagiaan karena telah mengerjai kekasihnya. Yesung meninggalkan yeoja chinggunya sendiri di kamar.

“Panggil aku kalau sudah selesai yah.” Sebelum namja itu meninggalkannya sendiri, yesung masih sempat mencium pucuk kepala yeoja chinggunya lembut.

.

.

.

Yesung terpesona saat melihat yeoja chinggunya memakai gaun yang dihadiahkannya. Wookie sangat cantik memakai gaun ungu itu. Gaun itu terlihat manis di tubuh mungilnya.

Namja itu berjalan mendekati wooki dan kembali mencium pucuk kepalanya. Dia semakin saying pada yeoja chinggunya.

“Oppa.. tadi aku ingin membeli ini.” Wokie memperhatikan gaun yang dipakainya. “tapi saat aku ingin mengambilnya, aku melihat oppa bersama yeoja itu. Siapa dia?” kembali lagi wooki menanyakan gadis itu.

“Chagiya…” yesung membelai kepala wookie dan memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Mengangkatnya agar wajah manis yeoja chinggunya dapat terlihat jelas.

“Yeoja itu adalah rekan kerjaku.” Jawab yesung lembut.

Wookie menatap namja chinggunya masih dengan tatapn penuh pertanyaan.

“Yeoja itu membantuku merencanakan ini.” Yesung melepas tangannya dari wajah manis wooki dan meraba saku celananya mencari benda kecil yang akan membuat yeoja chinggunya bahagia.

Dikepalkannya tangan yesung dihadapan wookie, berharap wookie terkejut melihat benda kecil itu yang tak lain adalh sebuah cincin untuk mengikat kekasihnya.

“Rencana…?” wookie menatap heran kepalan tangan yesung yang sekarang berada dihadapannya.

“Ne, aku ingin menyerahkan ini” yesung membuka kepalan tangannya dan memperlihatkan cincin manis yang dihiasi batu yang berwarna biru safir.

Wookie menatap cincin lalu menatap yesung bahagia. Terukir senyuman diwajahnya.

“Oppa..” suara wookie mulai parau dan sepertinya dia ingin menangis karena bahagia.

“Ne.. maukah kau menjadi istriku?” pinta yesung pada yeoja chinggunya yang dibalas dengan pelukan mesrah.

Hanya dengan pelukan yang diberikan oleh wookie, yesung yakin kalau yeoja chinggunya menerima lamarannya.

Yesung melepas pelukan yeoja chinggunya dan mencium bibir manis wookie sekilas. Setelah itu dia memakaikan cincin di jari manis yeoja imut yang merasa paling bahagia di dunia.

Yesung kembali memeluk wookie  sambil mencium pucuk kepala calon istrinya. Dan berbisik di telinganya.

“Saranghaeo chagi… saranghaeo wookieya…!”

“Nado… Nado saranghaeo oppa..”

Yeoja imut itu memeluk namja chinggunya erat seakan dia tidak ingin melepaskannya, dan yesung balas memeluknya erat.

Perlahan yesung melepaskan pelukannya dan mendaratkan ciuman lembut dibibir manis wookie.

“Bibirmu dingin wookiya…” yesung berbicara disela ciumannya dan kembali melumat bibir mungil Wookie, melumatnya dalam.

Wookie hanya tersenyum mendengar namja yang dicintainya berkata demikian.

“Op…oppa….! Changkamman!” Wookie mendorong yesung, melepaskan ciumannya karena dia membutuhkan sedikit oksigen.

Melihat tingkah wookie yang sangat manis, yesung sangat menginginkan yeoja chinggunya itu.

Wookie yang terlihat manis dengan wajah bersemu merah dihadapan yesung, membuat namja itu melanjutkannya dengan kembali melumat bibirnya dan pelahan meraba punggung wookie. Berusaha mencari resleting untuk membuka gaunnya.

Belum sempat yesung menarik resletingnya. Justru ciumannya yang dia tarik dari bibir mungil wookie.

Wookie menatap namja chinggunya heran. Sepertinya wookie sudah siap melakukannya.

Yesung tersenyum menatap yeoja chinggunya yang mendapatkan balasan kalau wookie sudah siap. Tapi yesung hanya memeluk tubuh mungil yeoja manis itu.

“Tunggu sampai kita sudah menikah yah….” Kata yesung lembut dan diakhiri dengan kecupan mesrah di pucuk kepala yeoja imutnya.

.

.

.

END

Yang yadong……..!!!!

Hahahaha *ngakak*

Jangan harap ada NC-an. Author nggak nahan ngetik’a.

Ini adalah FF hancurku selanjutnya. Ff tentang YeWook couple again. Author cinta mati ma YeWook Couple. *Nggak nanya*

Mohon reviw…..

Gomawo….
^^

One response to “FF YeWook “Mian Wookie”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s