FF

I Like You but I Love Other

Genre : Romance

Pairing : YeWook+Henry+Salli F(x)

Author adalah Cloud n forever Cloud, makanya buat ff ini.

Yesung milik author #Ditimpuk Cloud.

N paling suka YeWook.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Kim Ryeowook POV~

Setahun sudah aku bergabung di klub ini. Dimana semua anggotanya didominasi oleh namja. Klub yang banyak disukai para yeoja. Tentu saja banyak yeoja yang suka, ini kan klub sepak bola! Sebuah klub yang dipenuhi namja yang sangat tampan.

Seorang yeoja di klub ini adalah aku sebagai manejer. Memang aku disini masuk untuk menjadi manejer, sih. Nyatanya, aku disuruh membersihkan ruang klub yang kotornya minta ampun. Disuruh membeli air saat mereka istirahat latihan. Itukan merepotkan….!

Tapi, aku suka berada di klub ini. Bagaimana tidak, secara gitu…! Dikelilingi pria-pria tampan. #Plak (dilempar bata)

“Kim Ryeowook…..!” aku menoleh ke arah suara yang memanggilku.

Seorang namja manis dan bermata sipit berlari menghampiriku yang duduk di bawah sebuah pohon.

Kupandangi namja manis itu kelelahan setelah berlatih tanding. Dia berjalan lelah kearahku.

“Ne…! Ambil ini!” kulemparkan sebotol air mineral kearah Yesung Oppa. Aku sudah tau jika meraka sudah menghampiriku. Artinya ini saatnya mereka istirahat.

Ditangkapnya botol itu dengan mantap. “Gomawo..”

Perkenalkan dia adalah seniorku di Suju High School ini. Kim Jong Woon tapi kami memanggilnya Yesung Oppa yang sekarang berada di kelas tiga, satu tingkat diatasku. Namja yang tidak hanya jago bermain bola, tapi juga memiliki suara yang sangat indah. Aku pernah mendengarnya bernyanyi. Jarang sekali dia bernyanyi di sekolah. Saat itu aku pernah mendengarnya. Namja yang membuatku pertama kali merasakan perasaan berdebar-debar saat mendengar suaranya. Sejak saat itu aku mengenalnya. Tapi entah kenapa sepertinya dia tidak mengenalku.Apakah dia sudah lupa pertemuan waktu itu?

Ahh… Lupakan Kim Ryeowook.. mungkin saja hanya aku yang merasakannya.

Yesung Oppa duduk tidak jauh dariku. Dibukanya botol air mineral yang aku berikan tadi dan di minum setengahnya. Kulihat dia kelelahan karena latihan.

“Noona…! Kualihkan pandanganku darinya.

Seorang namja yang sangat aku kenali suaranya dan paling membuat aku bahagia jika dia memanggilku. Namja yang lebih muda setahun dariku, dan aku sangat senang jika berada didekatnya. Namja tampan tapi memiliki sifat yang buruk. Ya… namja yang aku suka sejak bergabung di klub ini.

“Ne… Tangkap!” sekali lagi kulemparkan sebotol air mineral ukuran sedang dan ditangkap dengan mantap.

Kulihat wajahnya menatap kecewa ke botol air yang aku lemparkan, “apa-apaan ini! Kok, ini yang kau berikan padaku!” katanya marah.

Namja manis dengan postur tubuh yang termasuk tinggi itu seenaknya memarahiku!

Kukembungkan pipiku dan menatapnya kesal.

Plak…… Sebuah botol melayang kearah namja yang memarahiku tadi dan tepat mengenai dahinya.  “Ambil saja Kyu, semua kan minum itu juga” perintah Yesung Oppa.

“Apaan sih. Hyung….!” Dia megelus dahinya yan sakit dan duduk di dekat namja tadi kesal.

Kuperhatikan sekarang kedua namja itu sedang bertengkar mulut.

Cho Kyuhyun. Itulah nama namja itu. Namja yang memenuhi pikiranku sejak aku bergabung di klub sepak bola ini. Entah kenapa, walaupun namja itu selalu memerintahku dan sering sekali menjahiliku, aku tetap menyukainya.

Aku tahu kalau dia adalah namja yang baik. Hanya sifatnya saja yang buruk dan sering menjahili temannya walaupun itu hyungnya sendiri.

Dasar anak yang kekanak-kanakan!

~Kim Ryeowook POV End~

0o0o0o0o0o0oo00o

~ Yesung POV~

Kulirik Wookie saat kuminum sebotol air mineral yang diberikannya padaku tadi. Masih saja dia menatapnya dengan tatapan seperti itu!

Entah kenapa jika Wookie menatap Kyu seakan kebahagiaan tergambar di wajah manisnya itu. Kadang saat Kyu memerintahnya membeli sesuatu atau diminta dibuatkan teh. Wookie mau saja membuatkannya. Memang awalnya Wookie menolak, tapi ujung-ujungnya setelah diminta terus menerus akhirnya dikabulkan juga keinginan Kyu. Apa mungkin dia menyukai Cho Kyuhyun?

Hatiku sakit jika memikirkan Kim Ryeowook menyukai Kyuhyun. Apa bagusnya Kyu? Bukankah Kyu selalu menindasnya. Mengapa dia tetap saja menatapnya dengan tatapan yang membuat hatiku sakit.

Seorang Yeoja yang aku cintai sebelum dia masuk ke klub ini. Yeoja yang mencuri hatiku dan memenuhi pikiranku sejak waktu itu. Apa dia masih ingat peristiwa waktu itu?

“Ahh…. Mian.!” Seorang yeoja berdiri dihadapanku gugup. Sepertinya dia murid kelas satu.

Aku menatapnya datar. “Nae..?”

“Ngh… Choi Jin Ri imnida. Tapi aku biasa di panggil Sulli.” Katanya memperkenalkan diri padaku. “Aku murid kelas satu. Boleh aku bergabung jadi manejer di klub ini?”

Aku berfikir sejenak menmpertimbangkan keinginan yeoja yang sedang berdiri di hadapanku.  “Manajer yah?”

Bagus juga kalau dia bergabung, setidaknya Wookie tidak terlalu kerepotan akibat Kyuhyun!

“Wookiya…!” kulambaikan tanganku memanggil wookie yang masih membantu anggota tim sepak bola yang lain.

Wookie berjalan mendekatiku. “Ada apa Oppa?” tanyanya penasaran.

Kutatap Wookie dan Yeoja yang ingin bergabung dengan klup sepak bola bergantian. “Yeoja ini Choi Jin Ri-ssi” Kukenalkan yeoja itu pada Wookie. “Dia ingin bergabung dengan klub sepakbola kita. Dia akan menjadi asistenmu.” Wookie menatapku, mengerti akan penjelasanku.

“Nae..Arasso Oppa.”

Wookie berbalik menatap Yeoja itu dan memperkenalkan diri. “Anyong.. Kim Ryeowook imnida.” Mereka bersalaman dan saling memperkenalkan diri masing masing.

“Ne Unnie. Choi Jin Ri imnida, tapi Unnie boleh memanggilku Sulli saja.”

Setelah mereka sudah saling kenal, Wookie membawa sulli ke ruang klub sepak bola.

Mudah-mudahan dengan datangnya Sulli menjadi anggota, Wookie bisa dibantu olehnya.

~ Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Sejak kedatangan Sulli di klub sepak bola. Pekerjaan Kim Ryeowook tidak berkurang, malahan Kyuhyun lebih sering menyuruhnya. Entah itu keinginan Kyuhyun sendiri atau….

~Kim Ryeowook POV~

Kenapa aku jadi tidak suka dengan Sulli yah? Padahal kan, dia tidak pernah menggangguku ataupun menyusahkanku. Justru dia malah patuh padaku. Aku merasa risih kalau dia ada disini.

Aiissshh…ada apa denganku? Bukan saatnya memikirkan orang lain. Lebih baik aku memahami Choi Jin Ri. Mugkin juga anak itu tidak seburuk yang aku pikirkan.

“Anyong..!” aku menoleh dan kulihat Sulli memasuki ruang klub sepak bola.

Kutatap dia dan tersenyum menyembunyikan kekesalanku yang tanpa alasan padanya. “Kenapa kau baru datang?” tanyaku langsung.

“Mian..!” Sulli berjalan mendekati kyuhyun yang asik dengan PSP yang selalu dibawanya. “Tadi seosangnim memanggilku. Jadi aku sedikit terlambat.” Katanya menjelaskan tanpa menatapku.

Kutatap dia, “Ohh…!”

Kenapa anak ini? Tidak sedikitpun rasa bersalah dalam dirinya. Sudah tau terlambat.. malah tidak membantuku. Dia malah dekat-dekat Kyu dan memperhatikannya bermain PSP.

“Kyu..?” dia mengalihkan pandangannya sejenak dari PSP-nya. “Lebih baik kau bantu aku membuang sampah ini.” Kuletakkan sampah plastik di dekat Kyu dan Sulli.

“Apa sih…” dia kembali menatap PSP sialan itu “ Noona mengganggu saja. Lagi asik nih!”

“Kyu…Kau…!” kutatap namja itu jengkel.

Sulli mengambil sampah plastik itu. “Biar aku saja yang buang Unnie!” kata Sulli. Dia lalu berjalan keluar dari ruangan ini.

Apa-apaan anak itu? Bukankan memang itu tugasnya!

Jika terlalu lama berada di klub ini aku bias gila melihat yeoja satu itu. Tapi… mengapa aku seperti ini padanya? Apa karena ia dekat dengan Kyuhyun? Apa aku cemburu padanya? Mengapa aku sesakit ini memikirkan mereka?

semua namja di klub ini sayang padaku, terutama Kyu. Dialah yang paling dekat denganku. Walaupun kami sering bertengkar, tapi justru itu yang membuaku lebih dekat dengannya dibanding namja lain di klub ini.

Dulu…karena hanya aku satu-satunya yeoja di klub ini. Aku merasa sangat disayang dan dilindungi disini. Tapi sejak kedatangan yeoja itu, semua perhatian beralih padanya. Apa karena dia lebih muda dan lebih cantik?

Kau terlalu serakah Kim Ryeowook. Kau teralu mengharapkan semua menyayangimu.

Tanpa terasa air mataku sudah mulai tumpah membasahi pipiku. Kulirik Kyuhyun yang masih asik memainkan PSP-nya. Lebih baik aku pergi dari sini sebelum dia melihatku seperti ini.

Kutinggalkan tempat ini masih dalam keadaan berantakan. Aku berjalan pelan keluar menyembunyikan wajahku yang sudah memerah karena menangis.

Brugh…!!! Aku kaget sesaat sebelum aku melangkahkan kaki aku menabrak seseorang dihadapanku. Aku sadar kalau yang aku tabrak adalah Yesung Oppa. Aku berlari tanpa menoleh kearahnya. Tidak berani aku menatapnya dalam keadaan menangis seperti ini.

“Wookie…?”

Kudengar Yesung Oppa memanggilku tapi aku tetap berlari meninggalkan ruang klub itu.

~Kim Ryeowook POV End~

0o00o00o0o0o00o

~Yesung POV~

“Wookieya……!!” kupanggil yeoja itu cemas.

Ada apa dengannya? Mengapa dia seperti sedang dikejar fans. Eh… maksudku dikejar anjing.#Plak(Abaikan) Mengapa Ryeowook terburu-buru pergi. Dan sepertinya aku lihat tadi dia sedang menangis. Kulirik Kyu yang asik sendiri memainkan PSPnya

Plak…! Kujitak kepala kyu yang tidak menyadari kedatanganku.”Kyu.”

Dia menoleh kearahku kesal, “apaan sih Hyung? Jadi kalah kan!” diletakkannya PSP yang sudah entah berapa lama dimainkannya dan beralih menatapku.

“Apa yang terjadi pada Wookie?” kutanya Kyu penasaran. Mungkin dia tau mengapa wookie jadi aneh.

Kyuhyun menatapku sambil mengerutkan dahinya, “Mana aku tahu Hyung, sejak tadikan aku main PSP terus. Mana sempat aku memperhatikannya.” Dia menoleh kearah Sulli yang baru datang. “Tanya saja pada Sulli!”

Sulli meletakkan keranjang sampah yang telah dibawanya dan berjalan kearahku heran.

“Kau tahu apa yang terjadi pada Wookie?” tanyaku padanya.

“Ani Oppa. Saat sebelum aku masih di ruangan ini. Aku melihat Wookie Unnie baik-baik saja.” Jawabnya.

Kualihkan pandanganku, menatap ruangan yang masih berantakan. “Kyu! bereskan tempat ini. Aku akan mencari Wookie.” Sebelum sempat dia mengambil PSPnya, aku merebutnya lebih dulu. “Aku sita benda ini.” Kugenggam PSP yang berada di tanganku dan meninggalakan ruangan ini.

“Ya.. Hyung. Ini kan bukan salahku.” Kudengar kyuhyun mengoceh karena untuk sementara dia terpisah dari PSP tercintanya.

Ku tinggalkan ruan klub sepak bola sementara Kyu dan Sulli membereskannya lalu aku mencari dimana Wookie. Aku cemas akan keadaannya. Sepertinya yeoja itu sedang menangis lagi.

Anak itu, entah kenapa sangat mudah menangis hanya karena masalah kecil. Aku merasa dia seperti anak kecil yang cengeng.

Hiks….Hiks….Hiks…..

Sebuah suara isak tangis menghentikan langkahku. Dibawah sebuah pohon besar yang berada cukup jauh di belakang sekolah aku menemukan seorang yeoja mungil duduk menyendiri sambil memeluk kedua lutut dan mendekap wajahnya. Sepertinya tebakanku benar. Dia sedang menangis lagi.

Kulangkahkan kakiku berjalan sepelan mungkin agar Wookie tidak merasakan kedatanganku. Mungkin dia akan pergi jika tau aku mendekatinya. Perlahan aku duduk di dekatnya berhati-hati.

Wookie berbalik menyadari kedatanganku. “Oppa…?” dia kaget  menatapku yang tiba-tiba berada didekatnya.

Tebakanku benar. Dia spontan berdiri dan akan beranjak dari tempat ini saat melihatku. Sebelum itu tertjadi, aku terlebih dahulu menggenggam tangannya dan menariknya duduk kembali di dekatku. Berkali-kali Wookie mencoba melepaskan tangannya dari genggamanku tapi aku memegang tangan kecilnya erat agar tidak pergi dari tempat ini.

Wookie sadar kelemahannya dan tidak mencoba lagi lepas dariku. Dia berbalik dan membelakangiku sementara aku masih menggenggam tangannya. Tidak satupun kata-kata yang terucap dari mulut kami.

Hening… Suasana di tempat ini. Hanya suara angin dan kicauan burung yang terdengar. Sesekali Wookie terisak karena menahan tangisnya. Mengapa dia menahan tangisannya?

Mengapa seorang yeoja yang baik dan manis seperti dia harus menangisi seorang namja bodoh seperti Cho Kyuhyu. Sebegitu cintanyakah Wookie pada namja itu? Aku ingin sekali memeluk dan menenangkannya. Aku ingin yeoja yang ada di dekatku sekarang ini melupakan namja yang tidak pernah peduli padanya.

Hatiku sakit melihatnya menagis terus…

Kutarik tangannya kasar agar dia berbalik dan aku mencium bibirnya….

~Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

~Kim Ryeowook POV~

Mengapa Yesung Oppa tau kalau aku disini? Apa dia mengikutiku?

Kusembunyikan wajahku darinya. Aku malu menangis dihadapannya. Aku malu karena hanya masalah sepele aku menangis.

Memang aku yeoja yang paling gampang mengeluarkan air mata hanya karena masalah sepele. Hatiku sangat mudah menangis jika memikirkan hal-hal yang menyakitkanku.

Aku ingin kabur dari tempat ini. Aku ingin melepaskan kesedihanku sendirian.Tapi, mengapa dia menahanku dan menggenggam tanganku terus. Kucoba melepaskan genggamannya, tapi dia terlalu kuat untukku.

Baiklah… biarkan Yesung Oppa disini. Biarkan dia melihat betapa menyedihkannya aku. betapa cengengnya Kim Ryeowook.

Aku sedih… tapi aku malu menangis dihadapan Yesung Oppa.

Tapi…..

Yesung Oppa tiba-tiba menarik tanganku kasar agar berbalik menatapnya. Saat itu juga dia langsung mencium bibirku paksa. Aku menolak, tapi Yesung Oppa menahanku dan tetap mencium bibirku dalam. Perlahan air mataku mengalir dan saat itu Yesung Oppa melepaskan ciumannya.

“Mi..mian….!” kulihat Yesung Oppa tertunduk menyesali perbuatannya.

Aku menatapnya kaget yang mematung dihadapanku. Saat itu juga aku menangis dihadapannya. Dan kali ini air mataku tidak dapat kutahan lagi. Air mataku tumpah begitu saja membasahi pipiku. Entah kenapa kesedihan yang kutahan tadi, keluar melalui air mataku.

0o0o00oo0o0oo0o0

“Aku dan Henry berencana akan mencoba berpetualang ke gunung. Hitung-hitung latihan kan?” Kudengar Kyuhyun menceritakan rencananya pada Sulli semangat.

Sulli mendengarnya juga ikut bersemangat, “Kapan itu Oppa?” tanya Salli.

“Hmm…mungkin bulan ini” jawab Kyuhyun ragu. “aku masih belum menentukan daerah mana yang memiliki bukit yang bagus untuk dijelajahi.” Lanjutnya lagi.

“Aku boleh ikut tidak?” kulihat Sulli menatap kyu dengan tatapan memohon.

Kyu balik menatapnya ragu dan tersenyum licik, “Apa kau bisa menjelajahi gunung dengan tampang seperti itu?” kata kyuhyun meremehkan dan berbalik menatapku. “Iyakan Noona?”

Kedua orang itu sekarang menatapku bersamaan. Kulihat Kyu mengisyaratkan agar aku mau mendukungnya mengerjai Salli. Salli hanya menatapku dengan wajah polosnya datar.

Tentu saja aku ingin mengerjai anak ini. “Ne… kau lebih baik tidak ikut salliya” kataku menambahkan ucapan Kyu.

“Kau dengar itu kan..!” kyu kembali bersemangat dan melanjutkan rencananya. Sepertinya?

“mengapa aku tidak boleh ikut?” tanya Salli yang tidak mau diremehkan.

Kyu kembali menatapku meminta dukungan setelah itu kembali menatap Salli “kuberi tahu kau ya..” kyu mulai mengeluarkan kata-kata sadisnya “seorang yeoja lemah sepertimu. Yeoja yang sering bergaya ke sekolah. Tidak akan tahan untuk menjelajahi gunung. Kau akan menjadi beban bagi temanmu.” Sebuah senyum licik tersungging dari bibir Kyu.

Tega juga dia mengucapkan kata-kata seperti itu. Tapi bagus juga sih! Hitung-hitung pembalasan pada anak manja itu.

“Aku bisa kok tidak jadi beban.” Kali ini tatapn kecewa terlihat jelas di wajah Yeoja itu.

Rasakan kau dikerjai Evil Bodoh itu!

Sepertinya rencana Kyuhyun menjahili satu orang bodoh berhasil lagi. “Arasso..! kalau kau ingin ikut, kau harus merubah sifat lemahmu dan gaya pakaianmu itu tidak pantas untuk menjelajahi gunung” sebuah kemenangan tergambar di wajah Kyu. Aku hanya memperhatikan mereka geleng-geleng sambil tersenyum.

Salli kembali semangat dan meperbaiki duduknya agar terlihat serius, “Ara..! aku bisa berubah!” kata Salli pasti.

“begini saja. Ada sebuah bukit dekat rumahku di kampung. Kita bisa mencoba dulu disana. Kalu kau kuat, aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih menantang.” Kyu sepertinya menerima permohonan Salli.

Kulihat sekarang Salli tersenyum bahagia karena kyu mau mengajaknya.

Tunggu…? Bukankah kyu hanya mengerjai yeoja bodoh itu? Aku sampai semangat mendukungnya.

Kutatap kyu kesal, “aku tidak kau ajak?” pintaku segera.

Baru kali ini kyuhyun mengajak yeoja pergi menjelajahi gunung. Bukankah selama ini dia hanya pergi dengan Henry? Setidaknya hanya namja saja yang biasa dia ajak.

Padahal kan dulu aku pernah meminta diajak tapi dia menolak mentah-mentah tanpa alasan. Sekarang giliran Salli orang yang baru berada disini, semudah itu diajaknya.

Sekarang hatiku menjadi panas. Aku kesal mendengarnya. Aku tidak mau kalu dia pergi trus aku tidak diajak. Aku kesal…!

“Tuh kan.. Noona saja yang belum pernah aku ajak. Semangat ingin pergi. Padahal kan dia yeoja yang kuat” Kyuhyun memandangi Salli berharap mengurunkan niatnya untuk ikut. Mungkin…

Salli berkali-kali membujuk Kyu agar mau di ajak ketempat yang dikatakan Kyu tadi. Bermacam cara juga dilakukan Kyu agar Salli mengurungkan niatnya. Tapi sepertinya paksaan dan bujukan Salli lebih kuat dibanding Kyu.

Kyu menoleh kearahku berharap membantunya lagi, “Bagaimana Noona? Kalau kau mengizinkan. Aku akn mengajaknya.” Sekarang Salli juga balik menatapku memohon.

Kata-kata kyu membuat aku terjebak dalam permainan bodonya. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau mereka pergi. Apa lagi berdua. Lagian aku tidak pernah diajak. Mana mungkin aku mengiyakan keinginannya.

“Bagaimana Noona? Bolehkan aku pergi?” kupandangi Salli sekarang yang memohon padaku. Memandangiku dengan wajah polosnya yang membuat aku kesal.

“Andwe…! Kalau ingin pergi aku juga diajak!” kutolak mentah-mentah permintaanya dengan sebuah alasan. Kualihkan pandanganku dari tatapan Salli.

Sekarang Salli berbalik menatap Kyu berharap, “Bagaimana Oppa?”

Aku juga ikut memandangi Kyuhyun. Bagaimana sekarang? Apa lagi rencananya? Aku tahu kau mungkin mencari alasan lagi. Aku tahu sifatmu itu.

“Bagaimana ya?” dia berfikir sejenak “kalau ada seorang lagi yang bisa mengendarai motor. Noona bisa ikut.” Kata kyuhyun lagi.

Sepertinya kali ini keinginan Salli akan berakihir disini. Tak seorangpu ada disini kecuali kami bertiga. Akhirnya aku selamat dari jebakan Kyuhyun.

Kulihat Salli kecewa dan berfikir keras bagaimana caranya agar dia bisa pergi.

Kutarik nafas lega…

“Anyong…!” tiba-tiba Yesung Oppa masuk. Semua tatapan tertuju padanya.

Bagaimana ini? Aku tahu apa yang akan dilakukan Salli kali ini.

“Wae…? Mengapa kalian bertiga menatapku seperti melihat hantu.” Kata Yesung heran sambil menatap kami bertiga satu persatu.

Tapi, saat mata kami bertemu. Aku langsung menoleh malu menatapnya. Sepertinya Yesung Oppa juga buru-buru menarik tatapannya dariku.

“Hyung kan memang seperti hantu!” kata kyu yang langsung di lempar dengan bola yang dibawa oleh Yesung Oppa. Tapi Kyuhyun masih sempat menghindarinya.

Sulli mendekati Yesung Oppa. Kali ini tatapannya sangat memohon. “Oppa?”

“Wae..?” Sulli berjalan mengikuti langkah Yesung Oppa dan duduk didekat kami. Dia duduk cukup jauh dariku.

Sekarang Salli duduk didekat Yesung Oppa dan kembali menatapnya dengan wajah polos, “Apa Oppa bisa bawa motor?” tanyanya langsung.

“Mengapa kau bertanya seperti itu padaku. Apa aku terlihat seperti namja yang tidak bisa mengendarai motor.” Katanya jengkel, “Tentu saja aku bisa! Waeyo..?”

Senyuman terlihat dari wajah Salli, “Kalau begitu Oppa bisa ikut dengan kami pergi menjelajah gunung yang ada di kampung Kyuhyun Oppa?” tanyanya menjelaskan. “Saya dengan Oppa Kyuhyun dan Oppa bersama Wookie Noona.” Yesung Oppa langsung menatap Salli kaget. Setelah itu dia balik menatapku.

Tentu saja aku tidak menatapnya. Aku tahu kalau Salli akan berkata seperti itu. Dengan santainya dia berencana seperti itu. Membuat aku tambah kesal.

“Andwe.. aku tidak mau ikut-ikutan dengan rencana bodoh kalian” Sepertinya Yesung Oppa sadar dengan tingkahku dan menolak ajakannya.

Aku sih, bersyukur Yesung Oppa menolaknya. Tapi anak itu tidak mau kalah. Dia terus saja memohon pada Kyuhyun agar mau diajak.

Mengapa sih anak itu tidak mau menyerah juga. Aku sampai kesal melihat tingkahnya.

“Oppa.. bagaimana ini? Aku ingin sekali merasakan menjelajahi gunung.” Nada bicara Salli mulai sedih dan sepertinya hal itu membuat Kyu resah juga.

Kutatap kyu yang juga menatapku, ada isyarat agar aku membantunya. “Kalau Wookie Noona mengizinkan, aku akan mengajakmu.” Tiba-tiba kata itu lagi yang menjebakku.

Kutatap Kyu jengkel, “Mengapa aku? kalau ingin pergi! Ya.. pergi saja!” kataku kesal.

Salli menatapku dan kyu bergantian berharap kyu mengiyakan, “aku tidak mau kata itu yang keluar dari mulut Wookie Noona. Aku ingin hanya kata YA” ditekankan kata “YA” diakhir kalimatnya.

Berkali-kali Salli memohon agar hanya kata “YA” yang aku ucapkan.

Aku sih tidak peduli lagi mereka mau pergi atau tidak, walaupun aku tidak diajak. Aku tidak ingin lagi terjebak dengan permainan Kyu. Sesekali aku menoleh kearah Yesung Oppa agar mau membantuku menolak, tapi dia tidak pernah menatapku.

Apa yang Kyu pikirkan, mengapa dia membuatku kesusahan. Saat aku ingin meninggalkan tempat ini, Salli memegang lenganku erat agar tidak beranjak pergi. Perlakuannya itu membuatku kesal.

Kalau ingin pergi ya pergi saja! Gerutuku kesal.

“Noona…. Bilang saja kata YA” berkali-kali dia memohon. Sampai air matanya sudah mulai keluar. Terlihat ada emosi tergambar diwajah Salli saat aku menatapnya.

Aku juga kan emosi…!

Kutatap Yeoja itu kesal. “YA!” akhirnya kata itu kuucapkan juga.

“Jongmal..?” Salli menatapku dengan wajah kemenangan.

Kesal aku saat melihat Yeoja satu itu! Mengapa harus persetujuanku? Mengapa kyu bersikap seperti itu?

Aku berdiri kesal dan meninggalkan tempat ini. Masih kudengar mereka berdebat merencanakan keberngkatannya  berdua.

Mengapa aku kesal lagi? Jengkel pada anak itu lagi.

Tunggu..? tiba-tiba aku tersadar, mengap kyu seperti itu. Apa mungkin karena memang kyu sebenarnya memang ingin mengajak Salli pergi. Hanya saja dia tidak mau terlihat seperti sedang mengajak Salli. Dia ingin agar Salli pergi hanya karena aku mengizinkannya.

Babbo..babbo..! betapa bodohnya aku. mengapa baru sekarang aku menyadarinya.

Wajahku mulai panas dan aku ingin menangis lagi. Sekali lagi hatiku sedih hanya karena masalah sepele. Aku memang cengeng.

~Kim Ryeowook POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Yesung POV~

Sesekali kulirik ketiga orang yang ada di dekatku ini berdebat.

Apaan Evil satu itu? Kalau mau pergi, pergi saja. Mengapa harus meminta persetujuan Wookie.

Kulirik Wookie yang mulai terpojok karena didesak oleh Salli. Sepertinya pertahanan Wookie untuk menahan mereka pergi akan tumbang.

“YA!” kata itu keluar juga dari mulutnya. Kata yang akan membuat Kyu dan Salli jadi pergi berdua untuk menjelajahi gunung di kampungnya.

Kata itu sangat membuat Yeoja manis itu terluka lagi. Seperti kata yang mengiyakan kalau Salli boleh berkencan dengan Kyu.

Yeoja itu sepertinya akan menangis lagi. Sementara Salli dan Kyu berbahagia merencanakan kepergian mereka.

Kukejar Yeoja yang sedang bersedih itu lagi. Seperti biasa mungkin dia akan ketempat itu.

0o0o0o0o0o0o0o0o

Aku duduk perlahan di dekat Ryeowook. Dan kali ini dia tidak mencoba kabur karena kedatanganku. “Mengapa Oppa datang lagi?” tanya wookie sedih.

Kutatap mata Wookie dalam, ada kesedihan yang timbul karena melihat yeoja yang dicintainya itu bersedih lagi. “Aku tau kalau kau akan menangis lagi. Aku tau jika kau ingin menangis kau akan kesini.” Kataku  lembut.

Air mata wookie mulai mengalir membasahi pipinya. Kali ini dia tidak menahannya seperti waktu itu. Kuusap kepalanya lembut dan hal itu spontan membuatnya kaget. Tapi dia tidak mencoba menghindariku. Kutarik kepalanya dan membenamkan wajahnya didadaku. Aku merasakan air matanya membasahi kemejaku. Dia menangis…

Kupeluk dia erat

~Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Yeoja manis itu menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Yesung.

“Oppa?” suara parau dan masih terisak sesekali memanggi namja yang dipeluknya. “Apa aku sangat cengeng?” tanya yeoja manis itu masih dalam pelukan yesung.

“Ne.. Kau memang sangat cengeng!” spontan wookie mendorong yesung kebelakang dan melepaskan pelukannya karena mendengar katanya. Dia menatap namja yang ada didepannya dengan mata yang masih berlinangan air mata.

Wokkie manatap namja manis itu kesal. “Iya sih..!” tatapan yeoja itu berubah karena menyadari kalau dia memang yeoja yang gampang sekali mengeluarkan air mata. “Gomawo Oppa” kata wookie lalu yeoja itu tersenyum menatap yesung.

Yesung menatap yeoja itu dan membalas sersenyumnya lembut. “Akhirnya kau tersenyum juga”

_Kim Ryeowook POV~

Kutatap yesung Oppa tiba-tiba yang masih menatapku. Spontan aku tertunduk melihatnya tersenyum selembut itu padaku. Mungkin saat ini wjaahku memerah tanpa kusadari.

Baru kali ini aku melihatnya tersenyum secara langsung dihadapanku. Dia ternyata sangat manis. Hanya saja kekonyolan namja ini membuatku tidak sadar kalau selama ini dia namja yang memiliki paras seperti yeoja. Namja yang memiliki mata sipit yang indah. Dan sekarang aku melihat matanya semakin sipit karena tersenyum.

“Gwencana? Apa kau sakit?” yesung oppa menatapku cemas “mengapa wajahmu memerah? Apa kau demam?”

Kupegang wajahku memeriksa apa aku demam. “Aniya. Aku tidak sakit” kataku.

Ommo.. apa memang sekarang wajahku semerah itu? Mengap aku tidak sadar. Dan juga mengapa jantungku berdegup sekencang ini. Sekarang aku gugup di dekat yesung oppa.

Aiss…!! Aku malu. Lebih baik aku pergi saja.

Sebelum aku pergi dari tempat ini, yesung oppa menarik tanganku dan sekali lagi memelukku lembut.”kau tidak perlu pergi.” Yesung oppa berbisik ditelingaku.”Kalau dengan seperti ini kau tidak perlu malu aku melihat wajahmu kan?”

Suaranya terdengar lembut ditelingaku. Itu membuat jantungku semakin berdegup lebih kencang. Mungkin saat ini Yesung Oppa bisa mendengarnya.

Ya.. tuhan. Tenyata aku mencintai Yesung Oppa.

Yeusung Oppa menarikku melepaskan pelukannya. Aku tertunduk karena menatapku. Disentuhnya daguku dan mengangkat wajahku agar menatapmya. Perlahan namun pasti Yesung Oppa menempelkan bibirnya ke bibirku dan menciumku lembut.

Kali ini aku tidak menolaknya, dan kali ini ciumannya tidak sekasar yang dulu. Ciuman ini sangat lembut dan memang aku juga menikmati dia menciumku. Sampai saat kami mulai kehabisan nafas.

Yesung Oppa melepaskan ciumannya dan menatapku lembut. Nafasnya tersenggal dan saat ini wajahnya merah padam seperti wajahku sekarang ini.

Kutundukkan wajahku yang mungkin saat ini memerah seperti udang rebus, malu aku melihatnya. “Apa Oppa menyukaiku?” dengan malu aku bertanya pada yesung oppa mengapa dia menciumku.

Yesung Oppa mengangguk dan langsung memelukku dengan tersenyum bahagia. “Jeongmal saranghaeo Wookiya. Sejak pertama bertemu denganmu, aku sangat menyukaimu.”

Aku membalas memelunya, “Ne Oppa. Nado. Sebenarnya aku pernah menyukai Oppa saat bertemu dulu. Hanya saja Oppa yang konyol tidak mengingatku.” Kudengar Yesung tertawa pelan.

“Pabo.. aku tidak pernah melupakanmu.” Katanya sambil mengecup puncak kepalaku lembut.

.

.

.

~FIN~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Huaaaaa…..! (Teriak gaje…!)

Akhirnya selesai juga setelah beberapa hari ngetik. Sibuk juga dengan pekerjaan lain.

Author mengetiknya saat mau tidur, sampai-sampai Laptop yang menonton author yang ketiduran. (Poor author)

Ini pairing tentan YeWook lagi.

Hidup YeWook….! *Teriak keliling kampong* #author ditimpuk sandal ma tetangga teriak2

Mian karean reader bingung membacanya. Mian karena terlalu berbelit-belit.

Mian…mian…miaaaaan (sambil nunduk ) #plak *author kelewatan*

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s