Super Junior S.P.Y

[Donghae] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Eunhyuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan[All/Ryeowook] I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway

[Kyuhyun] Il-saengildae seuril donneun seutori-ga chigeumbu-teo ha-ira-iteu mag
Tallil keoya chuk
[Ryeowook] Bonneungeuro kkeokkeun haendeul keuge dab il-keol butjab-go balba bwah maen
Kkeut-kkaji ka bwah, Hey!

([Yesung] Oh yeah eh)
[Siwon] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Yesung] Oh wilheomhae! )
Nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
[Yesung] Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne

[Leeteuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Sungmin] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan
[Eunhyuk] Koldeu pinggeoreul chajaseo yeong-hwah gateun che-ishing tallyeosseo
Seororeul bi-utko nollimyeo chochko chochneun beu-llokbeoseu-teo
[Shindong] Keu kkoriwahye gin georireul jobhyeosseumyeon ije meomchwoseo
Now one two one two, let’s go, go!

[All] Do-o ro-o ro-o do-o (Go kick it in the butt! Go kick it in the! )
Do-o ro-o ro-o do-o (Go kick it in the! Go kick it in the! )

[Kangin] Chinjeorhashin nebike-isyeon mianhajiman kkeobeorigo jimseung gateun nae
Bonneungmaneuro kyesok
[Donghae] Ka ka ka ja I gili majdamyeon nan O.K. Keuge namjaya maen animyeon not O.K. Hey!

([Yesung] Oh yeah eh)
[Yesung] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Yesung] Oh wilheomhae! ) nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
[Ryeowook] Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne

[All] Na, na, na, nareul sarang-han ([Donghae] Spy girl) deo, deo, deo meolli darana
[Donghae] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Kyuhyun] Shimjangi michin -deut ttwiigo meorineun cha-gawojyeo a-hey

[All] I got you little runaway ([Yesung] Ooooh yeeeeaaah)
I got you little runaway ([Yesung] Little runaway~)

[Leeteuk] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge ([Yesung] Oh yeeeeaaah) kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Sungmin] Shimjangi michin -deut ttwiigo ([Yesung] Heeeeey! ) meorineun cha-gawojyeo a-hey

Star Cloud


Pairing : YeWook

Cast: Yesung a.k.a Cloud n Kim Ryeowook

Genre : Fantasy Romance

Rating : T *mungkin*

Warning : banyak typo sana sini, gaje abal n bikin boring

Summary: sebuah bintang jatuh dan menghansurkan rumah wookie.

Disclaim: Yesung dan cerita ini adalah milik author *d cakar ma cloud*

 

 

Seorang yeoja manis tengah meringkuk sendiri meratapi kesendiriannya. Sambil menatap langit dia bercerita pada sang bintang yang seakan dapat mendengar dan menjawab setiap ucapan yang dia ucapkan. Setiap malam yeoja yang sudah setahun hidup sendiri akan menatap bintang yang sering dia ajak bercerita. Dia akan menceritakan setiap kejadian yang dia alami seharian pada sang bintang. Bintang yang dianggapnya sangat special, bintang yang seakan memberinya semangat,  jika yeoja itu menatapnya.

Cloud nama bintang itu. Nama yang diberikan oleh yeoja manis itu, seakan bintang itu adalah miliknya. Nama yang diberikan oleh seorang yeoja kim ryeowook karena bintang itu seakan bisa melihatnya dan bersinar kepadanya.

~Ryeowook pov~

“Cloud? Apa kau tau hari ini adalah setahun kematian ummaku.” Kupandangi bintang kesayanganku jauh diatas langit malam dan mencurahkan isi hatiku padanya. Seakan sang bintang cloud bisa mendengarku.

“Umma.. pogoshippoyo.” Ucapku lirih pada sang bintang cloud.

Kuulurkan tanganku seakan meraih sang bintang dan kugenggam cahaya bintang ditanganku. Kutarik dan kutenggelamkan tanganku kedadaku yang terasa sakit, seakan hal yang kulakukan dapat menenangkan hatiku. Tanpa terasa bulir bening membasahi pipiku berkali-kali. Aku membiarkan air mataku jatuh membasahi pipiku.

“Cloud… kau mungkin tidak bisa mendengarku. Tapi bagiku kau adalah cloud yang selalu menemaniku. Selalu bersamaku hingga saat ini.” Kutekan dadaku yang terasa sakit. “tahukah kau cloud, ini mungkin konyol, tapi mungkin aku memang aneh. Aku merasa kau bisa mendengarku dan menjawab setiap ucapanku” tanpa dibendung, airmataku terus mengalir deras.

Kurasakan sesuatu menenangkan hatiku saat kulihat cloud berkedip menerangkan cahayanya. Seakan mataku turut bersinar menatapnya. Kutatap cloud lekat, “Gomawo cloud….” Ucapku lirih pada sang bintang

Berkali-kali cloud berkelap kelip, seakan menjawab setiap ucapanku dan menenangkanku. Tapi, tiba-tiba sinarnya berubah sangat terang dan bergeser dari tempatnya.

“Ommo…. Bintang cloud jatuh.” Aku kaget melihat cloud yang tiba-tiba bergeser seperti meteor.

.

.

PRANG…..BRUG…..

Suara itu mengagetkanku. Sebuah ledakan besar mendarat dan membuat lubang besar di atap rumahku. Kejadian itu terjadi begitu cepat, cloud jatuh seperti meteor dan sebuah ledakan tepat terjadi di rumahku.

.

.

Sebuah kawah besar mendarat tepat di dalam rumahku. Menghancurkan dan memenuhi ruang tamu dengan asap tebal dari bekas jatuhnya cloud tadi.

Kulihat kawah yang cukup besar dan perlahan asap yang mulai menghilang, memperlihatkan kedalamannya. Memperlihatkan sesosok atau entah apa yang berada di dasar kawah tersebut. Apa mungkin….?

Kusipitkan mataku, mencoba menangkap dengan jelas dan meyakinkan apa yang aku lihat cukup mustahil untuk dipercaya. Sesosok manausia? Manamungkin…?

Sosok itu perlahan terlihat lebih jelas saat asap yang menutupi kawahnya menghilang. Kutatap sosok itu horror tidak percaya apa yang kulihat di depan mataku.

“Seorang manusia…?” fikirku

Dia meringkuk membentuk seperti batu. Dan… ommo….!!! Kualihkan pandanganku dari sosok manusia yang kulihat tidak mengenakan selembar pakaianpun *yadong* Wajahku tiba-tiba panas, aku malu melihatnya. Secepatnya kuambil selimut dan kucoba untuk mendekatinya dan menutupi tubuh bugilnya dengan selimut yang kuambil.

Tanpa sedikit perasaan takut dengan kemunculan manusia aneh di rumahku. Entahlah dia manusia atau alien tapi sosoknya seperti manusia.

“Namja..? yeoja..?” batinku menatapnya, membimbingnya keluar dari kawah besar yang merusak lantai rumahku. Aku tidak sempat memperhatikannya (?) *maksudnya memperhatikan#Plak

.

.

o0o0o0o0o0o000o0o

Kupandangi sesosok manusia yang duduk dihadapanku. Mungkin manusia yang jatuh dari langit. Dia namja tapi parasnya mirip seperti yeoja. Hmm… sangat manis menurutku. Hidungnya mancung dan rambutnya sedikit berantakan *ya iyalah, baru jatuh* Kulitnya putih bersih seperti awan. Tanpa terasa aku tersenyum memandangi sosoknya.

Dia balik menatapku dan tersenyum. Ommo… dia tampan sekali.

Jantungku tiba-tiba berdenyut melihatnya tersenyum sangat manis. Kutatap matanya yang menatapku, matanya begitu jernih dan sangat menenangkan hati. Sosoknya begitu menawan dan sangat mempesona saat aku menatapnya. Dia begitu sempurnah menurutku.

.

.

“Anyoong..”  kucoba berbicara dengannya, entah dia mengerti atau tidak. Tapi dia tersenyum saat aku menyapanya. “Kim Reowook imnida.” Kutunjuk diriku sendiri mengisyaratkan kepadanya bahwa aku Kim Ryeowook. Dia hanya tersenyum menatapku.

Tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Dia hanya tersenyum menatapku dan itu membuatku salah tingkah dihadapannya. Bagaimana tidak salting, terus dipandangi oleh seorang namja. Manis pula…..

“Huff…..!” kuhembuskan nafas. Mungkin aku harus sabar menghadapinya. Dia jatuh di rumahku dan aku yang harus merawatnya.

~Ryeowook pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

 

Sret… sret …Prang…klontang….

Wookie tersadar dari tidurnya karena suara gaduh dari luar kamarnya. Dia bergegas keluar dan mencari dimana asal suara tersebut. Saat mengetahui ternyata namja yang semalam telah merusak rumahnya sedang mengacak-acak dapur, entah apa yang dicarinya.

“Ommo… Cloud! Apa yang kau lakukan?” Tanya wookie sedikit berteriak kepadanya dan itu membuatnya kaget dan balik menatatap yeoja yang sekarang menatap horror kearahnya. Ada sedikit rasa takut tergambar diwajahnya saat ini.

.

.

~Cloud pov~

Kupandangi wookie yang tadi meneriakiku. Bukannya dia marah, tapi hanya menegurku. Aku kaget mendengarnya. Mungkin karena melihat ekspresiku yang sedikit ketakutan. Dia menghela nafas dan berjalan mendekatiku.

“apa kau lapar cloud?” tanyanya padaku sembari membereskan dapur yang tadi kuhancurkan. Maksudku, ku buat berantakan.

Aku hanya diam di tempatku menatapnya datar tanpa menanggapi ucapannya. Bukannya aku tidak mengerti apa yang ia katakana. Aku hanya belum tau kata yang harus kukeluarkan. aku tidak faham kata-kata apa yang harus aku ucapkan.

Mungkin ini konyol, tapi aku juga tidak mengerti. Selama ini aku adalah sebuah bintang. Bintang yang menghiasi langit malam. Yang kutahu, ada seorang yeoja yang memberiku nama dan selalu mengajakku berbincang. Awalnya aku juga heran, mengapa aku bisa dengar dan mengerti apa yang yeoja yang bersamaku sekarang rasakan dan ucapkan saat itu.

Kadang dia menceritakan pengalaman bahagianya tapi kadang kala dia bersedih menatapku. di atas langit malam, aku sebagai bintang hanya dapat bersinar terang agar dapat menghiburnya. Tapi kadang kala kesedihannya itu membuat sinarku ikut meredup.

Malam saat aku melihatnya bersedih, malam saat aku jatuh dari langit dan muncul sebagai sosok manusia yang sama dengannya. Aku terlalu sedih melihatnya menitikkan air mata tanpa hentinya. Aku tau kalau yeoja manis yang memberiku nama Cloud itu sedang bersedih memikirkan ummanya yang sudah tiada. Saat itu sebagai sebuah bintang yang mengerti akan ucapannya, ingin sekali aku menenangkannya dan berada disampinggnya.

Fikiran itu tiba-tiba muncul entah dari mana *author juga nggak tau* instingku mengatakan kalau aku harus bersianar lebih cerah diantara bintang lain. Berkali-kali aku berkelip memperlihatkan cahayaku padanya. Entah apa yang terjadi atau apalah *author lagi2 malas menjelaskannya* seakan aku goyah dari tempatku di langit dan jatuh.

Aku tersadar saat seseorang yeoja menatapku heran akan kemunculanku yang tiba-tiba d rumahnya. Kupandangi sosok wookie yang kutahu sedang menyiapkan makanan untuk kami berdua.

~Cloud pov end~

.

.

Wooki yang sedang sibuk memasak untuk menyiapkan makanan untuk cloud. Sementara cloud yang sudah selesai menyiapkan dua buah piring di meja makan. Sekarang duduk manis sambil memandangi yeoja yang sedang asik memasak.

Yeoja yang sadar  kalau ada sepasang mata yang sedang memandanginya menjadi risih dan menghentikan aktifitas memasaknya sejenak lalu berbalik dan menatap namja yang memandanginya.

“waeyo..? mengapa kau memandangiku?” Tanya wookie pada cloud.

Cloud yang melihatnya hanya tersenyum sambil masih memperhatikan wookie yang lanjut memasak. Namaj itu bingung, dia mengernyitkan dahinya berfikir ingin menjawab pertanyaan wookie. Ia bingun kata apa yg harus diucapkan. *ckckck dasar yesung aneh, gitu aja bingung*

.

.

“Wo…wookieya..!” akhirnya satu kata diucapkan, tapi hanya sebuah nama yang berhasil membuat…

“Aduh…!” tiba2 jari wookie terbakar karena kaget mendengar cloud yang berbicara memanggil namanya.

Cloud yang melihatnya kesakitan menghampiri dan menyeret tangan wookie ke wastafel untuk d basuh dengan air.

.

.

~Ryeowook pov~

“Cloud… tadi…kau memanggil namaku?” kutatap cloud yg sedang membasuh tanganku dengan air.

Entah karena aku kaget mendengarnya atau karena sangat bahagia tanpa aku sadari sebulir cairan bening jatuh membasahi pipiku.

Cloud yg sementara membasuh tanganku menghentikan aktifitasnya dan menatapku khawatir. Dapat kulihat kesedihan dimatanya karena melihatku menangis.

Dia menyentuh kedua pipiku setelah menghapus air mata yang membasahi pipiku. Kutatap matanya yg menatapku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Dengan gagap, perlahan dia membuka bibirnya…

“Gwe…gwenchana…?” ya… hanya dengan sebuah kata yang berhasil membuatku menangis bahagia.

Segera kupeluk tubuh cloud erat karena bahagia mendengarnya mengucapkan sepatah kata.

“wo..wookieya? gwe…gwenchana…?” kudengar cloud berbisik di telingaku saat aku memeluknya. Aku merasakan dia balas memelukku erat. Dan aku mengangguk menanggapi ucapannya.

~Ryeowook pov end~

.

.

Harini ini adalah hari libur, aku mengajak cloud jalan-jalan memperkenalkan kota yang baru didatanginya. Entah kenapa sejak kejatuhan seorang namja *kejatuhan duren kali* di rumahku semalam wookie mendapatkan kesibukan sendiri. Itu membuat wookie melupakan kesedihannya.

“Haeyo….?” Wookie memiringkan kepalanya menatap namja yang sedang asik duduk d kursi taman memandangi anak2 yg sedang bermain pasir. “Apa kau tau berapa umurmu sekarang?” tanyanya cepat. Wookie merasa kalau cloud terlihat lebih tua dari dirinya.

Namja itu menggelengkan kepala karena tidak mengerti. Sepertinya kepaboan yesung muncul. #plak Wookie hanya tersenyum dan memikirkan satu ide.

“Cloud.. gmana kalau aku memanggilmu Oppa dan tanggal lahirmu kita tetapkan saat kau jatuh kemarin?” Cloud memandangi wookie antusias dengan pernyataannya. “Gimana cloud… eh maksudku Oppa…?”

Dengan tampang kepaboannya yang masih d perlihatkan *author d sate* cloud mengangguk setuju dengan ide yang diberikan wookie.  Entah cloud mengerti atau tidak. Tapi melihat ekspresi wookie yg sangat bahagia cloud stuju2 aja.

.

.

~Cloud pov~

Wookie tiba2 berlari dan memetik sebuah bunga, apa yang ingin di lakukan.

“Oppa..”

“Eh… dia memanggilku kan?” batinku.

Itu aku, mulai sekarang wookie memanggilku Oppa, entah kenapa *author jg bosan menulis kata entah kenapa* aku senang di panggil Oppa.

Wookie berlari kecil menghampiriku membawa sebuah bunga yg dipetik tadi. dia duduk dan menghadap kearahku sambil menyodorkan setangkai bunga.

“Oppa.. ni buat oppa” setangkai bunga lili disodorkan padaku yang spontan membuat aku terharu bahagia.

Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menghadiahkanku ciuman singkat di pucuk kepalaku.

Saat itu juga ada sebuah rasa yg membuat jantungku  berdegup kencang dan membuat jantungku merasa perih. Perasaan ini baru kurasakan. Kutekan dadaku yang kurasa agak sakit.

“Oppa.. gwencana?”

“Ne.. gwencana..” kataku pada wookie menenangkannya.

“wookieya… Gomawo.”

“ne.. Oppa..!”

Tiba-tiba wookie memelukku lagi dan rasa itu datang lagi, membuat jantungku berdegup kencang. Tapi rasa ini seakan membuatku bahagia.

~Cloud pov end~

 

Sudah seminggu cloud hadir di kehidupan wookie. Yeoja itu seakan mendapat  seseorang yang berarti bagi dirinya. Apalagi dia tau, kalau cloud itu perubahan dari cloud bintang kesayangannya. Dia semakin menyukai cloud yang hadir di kehidupannya.

Sementara cloud yang sudah merasa mengenal wookie lama. Semakin hari semakin menyayangi yeoja yang satu-satunya menjadi teman berbincang saat masih menjadi sebuah bintang. Ditambah yeoja manis itu sangat baik,  polos, dan tidak sombong.

.

.

Wookie menatap wajahnya di cermin, wajahku sedikit pucat. Aku langsung melepaskan piamaku dan kuganti dengan dres berlengan berwarna putih.

Krek…

~Wookie pov~

Aku langsung menoleh kearah pintu kamarku yang terbuka. Kulihat Cloud Oppa menyembulkan kepalanya kedalam. Dia kok lucu amat…

“wayo Oppa…?” namja ini sudah menjadi bagian hidupku kurasa. Aku sangat saying padanya. Entah dia juga merasakan hal yang sama.

Dia tersenyum manis dan berjalan mendekatiku. Dari ujung rambut dia memperhatikan sosokku. Sontak wajahku tiba2 memerah karena dipandangi.

“Ya.. Oppa.. jangan melihatku seperti itu.” Kataku bête sambil mengusap kepalaku yang menatapnya cemberut yang kali ini tersenyum menatapku. namja itu langsung mengusap-usap lembut kepalaku dan mencium pipiku sekilas.

Setelah melakkukan hal itu, dia meninggalkanku di kamar.

Tak ada kata-kata yang ku ucapkan, aku seperti membeku di tempat saat cloud menciumku. Kurasakan degup jantungku kacau dan wajahku memanas. Kupandangi wajahku di cermin dan bisa kulihat wajahku kini memerah padam.

Aku diam sendiri dalam kamarku memikirkan perlakuan cloud oppa padaku. Aku ingin seperti ini terus, aku tidak ingin cloud oppa pergi. Walau kutahu hanya disini tempatnya hanya di tempatku. Tapi aku takut dengan kemungkinan nanti dia kan meninggalkanku.

.

.

“Oppa..” dia berbalik menatapku yang lagi2 asik dengan kura2nya.

Kudekati dia, “mauka kau tinggal disini bersamaku selamanya Oppa?” dengan cukup keberanian aku meminta hal yang ingin sekali kukatakan. Aku menunduk tak berani menatapnya.

Oppa tersenyum menatapku “wookie… aku kan memang hanya ada satu tempat tinggal. Yaitu disini.”

Aku senang mendengar pertanyaannya. “jadi oppa tidak akan pergi, gomawo oppa.”

Segera kupeluk oppa cloud, seakan tidak ingin melepaskannya.

“wookie.. aku akan tinggal disini bersamamu selamanya.” Kudengar oppa berbisik di telingaku.

Aku mengangguk dalam pelukannya. “Ne oppa. Gomawo…!”

 

END

 

 

Nah loh …. FF garing n abal.

Entah kenapa aku merasa ff ini maksa banget, aku malas ngetiknya. Author kehabisan ide *nangis peluk yeppa*

Aku nggak puas dng ff ini. Kyaaaaaaaaaaaaa……… setres author…

Semakin lama aku nulis ff, aku merasa kata2’y semakin kacau, mohon d kritik. Agar aku bisa memperbaiki.

Mesti belajar terus…

Gomawo dah baca.

 

FF YeWook “Mian Wookie”

Mian Wookie

Genre : Romance

Pairing : YeWook

Jangan salahin author karena mencintai Yesung,

Yesung milik Tiiti dan selamanya milikku. *di kejar cloud*

 

 

~Ryeowook pov~

Sejak kejadian waktu ke Jepang dulu, Yesung Oppa jarang menyentuhku. Bahkan menciumku pun dia seperti ragu. Ada sesuatu yang membuatnya, memperlakukanku tidak semesrah saat pulang dari Jepang. Ada saat aku mendekatkan diriku padanya, dia seperti menghindariku dan jika kutanya alasannya. Dia tidak menatap mataku saat memberikan alasan.

Mengapa dia menjauhiku? Apa karena kejadian saat kami di jepang dulu? Apa karena hal itu dia marah dan menjauhiku?
aku memang mencintainya, tapi aku belum siap melakukannya. Bukan karena tidak mau, tapi karena aku takut setelah melakukannya dia akan meninggalkanku.

Aku sering mendengar cerita dari teman-temanku. Mereka ditinggalkan oleh pacarnya setelah memberikan semuanya pada lelaki yang dicintainya. Entah itu cinta atau hanya nafsu yang membuat mereka melakukan hal seperti itu.

Akh…. Aku tidak mau seperti itu.

Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau sebelum aku resmi menjadi miliknya. Apakah aku egois jika berfikir seperti itu? Tapi itu kan keinginan setiap yeoja. Memberikan dirinya seutuhnya pada namja yang dicintainya saat mereka benar-benar sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan.

“kenapa melamun?” sebuah usapan lembut dikepalaku menyadarkan dari lamunanku.

Aku menatap namja yang mengelus kepalaku tadi. Aku tidak sadar kalau dia sudah ada di dekatku.

Yesung oppa, namja yang aku cintai selama 2 tahun ini. Namja yang mendapatkan tempat sepenuhnya dihatiku. Namja manis yang membuat aku bingung selama beberapa hari ini.

“aniyo oppa, aku hanya memikirkan sesuatu”

“waeyo..? apa yang kau pikirkan chagi?”

Kutatap yesung oppa lembut yang balas menatapku. Dia duduk di dekatku sambil menyandarkan kepalaku di bahunya.

~Ryeowook pov end~

Kim Ryeowook dan Yesung duduk di beranda apartemennya sambil memandangi pemandangan kota pada malam hari. Ya… sudah lama ryeowook merenungi nasibnya di beranda apartemennya. Hingga tidak terasa malam sudah menyelimuti kota Chongnan.

“Oppa…?” wookie berbisik dalam pelukan Yesung.

“Nae, chagi?” kata yesung lembut sambil mengusap  kepala wookie dan membenamkannya di dada bidangnya.

“apa oppa masih mencintaiku?” Kata wookie lirih.

Yesung tiba-tiba melepaskan pelukannya karena kaget mendengar pertanyaan wookie.

Wokie menatap yesung dengan mata berkaca-kaca menahan airmatanya yang ingin tumpah. Berharap mendapatkan jawaban yang jujur dari namja yang dicintainya.

Melihat raut wajah wookie yang menahan tangis, yesung tersenyum dan kembali memeluk wooki. Membenamkan wajah yeoja manis itu didada bidangnya.

“Chagiaya… kau dengar kan degup jantungku.” Yesung menekan kepala wookie di dadanya. Agar yeoja itu bisa lebih jelas mendengar detak jantungnya. “itu menandakan aku sangat mencintaimu, aku kaget mendengarmu bertanya seperti itu. Kau tau kan hanya kau Yeoja yang aku cintai. Aku tidak pernah berbohong kepadamu.”

Wookie melepaskan pelukannya dan menatap mata namja yang dicintainya itu. Dia mencari kebohongan yang mungkin muncul melalui tatapan mata yesung. Kata orang, mata tidak mungkin berbohong. Tapi jujur, tak ada kebohongan yang didapatkan wookie. Namja itu jujur, wookie bisa merasakan lewat tatapan yesung padanya dan hatinya pun berkata demikian.

Wookie mendekatkan wajahnya ke namja manis yang ada dihadapannya. Perlahan dia mencium bibir yesung hingga dia berbaring di sofa yang mereka duduki. Tapi belum beberapa lama mereka berciuman, yesung mendorong wookie dan melepaskan ciumannya.

“waeyo oppa?” wookie menatap yesung kaget yang tiba-tiba melepaskan ciumannya.

“Anie, aku hanya tidak enak badan.”  Wookie menatap kekasihnya itu yang berjalan meninggalkannya sendiri di beranda.

Sekali lagi wookie bersedih mendapatkan alasan yang tidak bisa dia terima.

~Yesung pov~

Mengapa aku seperti ini? Mengapa aku selalu menyakitinya? Aku tidak ingin menciumnya lebih lama, jika itu terjadi aku tidak mampu menahan setan yang ada dalam diriku. Aku tidak mampu menahan untuk menyentunya lebih dari ciuman.

Aku takut kejadian waktu di Jepang terulang lagi. Saat itu aku setengah mabuk, dan masih setengah sadar. Aku memaksanya dan beruntung kesadaranku muncul saat kulihat dia menangis. Aku membuat yeoja yang aku cintai menangis karena perlakuanku. Aku tidak ingin hal itu terulang lagi.

Sejak saat itu, aku tidak berani menciumnya lebih jauh. Tapi hal itu membuat wookie bersedih karena kelakuanku yang seperti menjauhinya.

~Yesung pov end~

.

.

.

Wookie berjalan menuju supermarket yang berada beberapa blok dari tempatnya tinggal. Berjalan beberapa menit akan sampai di tujuannya.

Setelah beberapa lama wookie memilih bahan yang akan dia masak pada malam hari ini. Dia berjalan ke kasir dan membayar semua total belanjaanya. Dia bergegas keluar dari supermarket dengan perasaan bahagia. Memikirkan wajah kekasihnya nanti yang mendapatkan makan malam special.

Yeoja manis itu berencana membuatkan makan malam untuk kekasih yang dicintainya. Dia ingin membuat kekasihnya bahagia.

Dia berjalan menelusuri setiap blok menuju apartemennya. Dia berlari kecil karena saat itu cuaca tidak mendukung untuk berjalan lebih lama. Sepertinya hujan akan membasahi Chungnan malam ini. Gerimis perlahan membasahi yeoja manis itu.

Didepan sebuah toko  dia berhenti dan menatap sebuah gaun yang berwarna ungu. Sebuah gaun yang cukup manis jika dipakai di tubuh mungilnya. Sebuah gaun berwarna ungu yang mungkin akan membuat Yesung lebih menyayanginya jika dia melihat wooki memakai gaun itu.

Dia berjalan masuk ke toko  itu dan berniat membeli gaun yang dilihatnya tadi.

.

Srak….. *Bayangkan suara kantong belanjaan jatuh berserakan*

.

~Ryeowook pov~

Tatapanku tertuju pada namja yang ada di dalam toko yang ingin kumasuki. Namja itu…. Namja yang aku cintai.

Aku terpaku di depan pintu toko yang ingin kumasuku tadi. Kutatap namja manis yang aku cintai. Mataku panas dan air mataku mengalir deras membasahi pipiku. Sakit… sakit hatiku melihatnya bersama dengan seorang yeoja.

Mengapa dia tersenyum bahagia bersama yeoja itu. Sepertinya dia sangat bahagia bersamanya.

Namja yang aku cintai sudah sangat lama, sekarang bersama dengan seorang yeoja lain. Apa karena ini yesung oppa menjauhiku?

.

.

.

Aku berjalan menembus hujan deras yang membasahi kota chongnan saat ini. Aku merasakan hujan ini akan mendinginkan hatiku yang panas karena perbuatan namja yang aku cintai. Dengan tubuh yang mulai menggigil karena terlalu lama kehujanan. Kupaksakan kakiku melangkah menuju apartemen.

Langkahku gontai dan sesaat akan ambruk, tapi dengan sigap kupegang tiang lampu jalan yang ada didekatku. Aku berhenti sejenak dan berjongkok. Kubiarkan hujan membasahi tubuhku yang sudah mulai kedinginan. Tubuhku lemah dan tak sanggup berjalan lagi.

~Ryeowook pov end~

.

.

Saat ini hati wookie sedang hancur karena melihat namja yang iya cintai bersama dengan yeoja lain selain dirinya. Dia sakit hati karena mendapatinya sangat bahagia bersama yeoja itu.

Fikiran yeoja manis yang sekarang diguyur hujan telah kosong, dia seperti yeoja pabo yang ingin menghilang dari dunia ini.

.

.

Di tempat lain Yesung dan yeoja yang ditemaninya sedang merencanakan sesuatu.

“Yesung-ssi…! Bagaimana kalau kamu membelikan wookie gaun yang ada di sana.” Yeoja yang bersama yesung menunjuk gaun yang berwarna ungu yang terpajang di etalase toko.

Yesung menatap gaun itu penuh takjub. Dia membayangkan bagaimana cantiknya wookie, yeoja yang dicintainya itu memakai gaun berwarna ungu itu.

“Ne, bagus. Aku ambil gaun itu. Berapa harganya?” kata yesung pada pellayan toko.

Setelah membayar gaun yang tadi di pesan. Mereka beranjak meninggalkan toko dan bersiap menjalannkan rencananya.

Rencana untuk melamar wookie pada malam hari ini. Rencana yang dibuatnnya bersama dengan yeoja teman kerja yesung.

.

.

Yesung dan yeoja itu keluar dari toko dan berpisah mengambil taksi masing-masing. Berhubung jalur mereka berlawanan.

Yesung berlari memasuki taksi sambil melindungi belanjaannya dari hujan. Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi gaun yang akan dihadiahkan pada yeoja yang iya cintai. Sudah tergambar bagaimana wajah bahagia wookie saat dia menghadiahkan gaun itu dan wajah manisnya saat yesung melamarnya nanti.

.

.

~Yesung pov~

Aku tersenyum sendiri saat membayangkan wajah manis wookie saat kulamar nanti.

Kupandangi bulir hujan yang mengalir membasahi kaca taksi yang aku tumpangi. Tujuanku adalah apartemen tempat aku tinggal. Walaupun toko tadi hanya beberapa blok dari apartemenku, tapi aku memilih untuk naik taksi karena takut rencana yang kubuat gagal karena hujan ini.

Mataku tertuju saat kulihat seorang yeoja tengah berjongkok lemas. Yeoja yang sangat aku kenali tengah meringkuk dalam derasnya hujan. Apa yang terjadi padanya?

Kuhentikan segera taksi yang aku tumpangi dan berlari menghampiri yeoja yang aku cintai itu.

“Chagiya… Gwencana..?” tanyaku padanya cemas.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya.

Tanpa banyak bertanya, kuangkat tubuhnya dan kubawa masuk kedalam taksi yang aku tumpangi. Tanpa mempedulikan pakaian dan tubuhnya sudah basah karena hujan. Kupeluk dia dan kulepas jaket yang aku pakai untuk menghangatkan tubuhnya.

Entah sudah berapa lama dia kehujanan?

.

.

.

Setiba di apartemen aku baringkan wookie di ranjang tempat tidur dan melepaskan pakaian yang membasahi tubuh mungilnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya karena kedinginan.

Satu persatu kubuka bajunya, dan saat kubuka bajunya jantungku berdegup kencang. Aku ragu melakukannya, tapi aku harus. Aku takut terjadi apa-apa padanya. Aku takut dia sakit.

Kurasakan wajahku memanas karena melihatnya setengah telanjang. Sekilas kulihat bekas yang aku buat di tubuhnya mulusnya saat berada di Jepang. Bekas yang aku paksakan padanya terlihat masih membiru.

Aku merasa bersalah melakukan hal itu.

Jantungku berdegup kencang saat melepas semua pakaiannya. Dia menggigil saat merasakan angin meniup tubuh polosnya. Aku kasihan padanya.

Segera kuselimuti tubuh polosnya dan memakaikan pakaian yang kering ke tubuh yeoja yang aku cintai. Berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya.

Saat kuangkat tubuhnya untuk kupakaikan baju yang kering, wookie membuka matanya dan menatapku tanpa ekspresi.

“Op..oppa..!”

Kutatap wookie yang masih sangat lemas. Kupeluk dia sekilas, memberikan kehangatan padanya.

“Ne, wookie. Ini aku” kataku padanya lembut. Kupegang wajahnya dengan kedua tanganku dan kuhadapkan pada wajahku. Berharap dia mengenaliku.

“Gwencana. Wookiya ? apa yang terjadi padamu?” pertanyaan meluncur dari mulutku karena cemas.

Tapi, tak ada jawaban darinya, dia hanya terdiam dan airmata mengalir deras membasahi pipinya. Aku cemas akan tingkahnya yang seperti ini.

Kupeluk tubuh polosnya yang tadi kuselimuti. “Mengapa kau seperti ini? Katakana padaku, apa kau terluka?”

Seribu pertanyaan keluar dari mulutku, mencari tahu. Mengapa yeoja yang aku cintai menjadi seperti ini. Tapi dia hanya menagis dalam pelukanku dan tidak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.

Apa yang terjadi?

~Yesung pov end~

.

Malam  itu yesung menjadi kacau sekaligus cemas melihat kekasih yang dicintainya menderita. Dia tidak tahu penyebab mengapa ryeowook menjadi sedih dan membiarkan tubuhnya kehujanan.

Rencana yang semula untuk mengejutkan wookie menjadi kacau dan diapun melupakan rencana itu akibat terlalu besar kecemasannya pada yeoja mungil yang sedang menderita sekarang.

Yesung melupakan gaun yang sudah dibelinya dan sekarang berserakan di lantai kamar yesung. Sebuah cincin untuk mengikat wookie masih tersimpan rapi dalam jaket yesung. Dan sekarang jaket itupun tergeletak begitu saja dilantai kamarnya.

Rencana untuk melamar wookie gagal untuk malam ini.

.

.

~Ryeowook pov~

Mengapa dia harus menyelamatkanku? Mengapa aku harus bertemu lagi dengan namja yang membuat hatiku hancur?

Seharusnya dia meninggalkan ku saja ditengah derasnya hujan.

Hiks…hiks…. Tangisanku terus menjadi-jadi dalam pelukan yesung. Walaupun dia menghangatkanku dalam pelukannya tapi hatiku masih terasa dingin. Masih terbayang, bagaimana wajah bahagia namja yang aku cintai bersama dengan yeoja lain.

“Chagiya, apa yang terjadi?” sebuah pertanyaan muncul dari mulut yesung.

Aku hanya diam dalam pelukannya dan tidak berkata-kata sedikitpun. Aku hanya menangis dan menangis sedih.

Sebenarnya, aku juga kasihan melihatnya yang mencemaskanku. Tapi kecemburuanku lebih menguasai pikiranku untuk tidak mencari tau siapa yeoja yang bersamanya tadi.

“Wookie.. Chagiya… Jeongmal… katakana padaku apa yang terjadi padamu?” suaranya mulai bergetar menanyaiku, dia mulai menangis karena kediamanku.

“Jeongmal…katakana padaku!”

Aku…aku sedih melihatnya.

“Op..Oppa…” kuangkat wajahku dan menatap matanya yang sudah sembab akibat airmata yang terus mengalir.

.

~Ryeowook pov end~

.

.

Yesung memegang wajah wookie dengan kedua tangannya, menatapnya dengan kasih sayang.

“Siapa yeoja yang bersama oppa tadi di toko?” akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut wookie. Pertanyaan yang tidak ingin dikeluarkan karena kecemburuannya.

Dengan tatapan heran bercampur kecemasan yesung, dia memutar otaknya. Mencari siapa yeoja yang dia temui tadi.

Senyum terulas dibibir namja manis itu, saat mengetahui ternyata kekasihnya cemburu. Dia kembali senang dan teringat akan rencananya semula.

Yesung menatap yeoja yang ada dihadapannya lembut dan tersenyum mengetahui kalau rencananya akan berhasil.

“way…? Mengapa oppa tersenyum mendengar pertanyaanku?”  wookie heran melihat tingkah yesung yang tanpa bersalah sedikitpun.

“Ne.. Changkamman?” yesung beranjak dari hadapan wookie dan mulai mencari hadia untuk yoja kekasihnya. Sebuah hadiah cincin untuk melamar wookie dan sebuah gaun ungu yang nantinya akan sangat manis jika dikenakan di tubuh mungilnya.

Wookie menatap namjachinggunya seperti mencari sesuatu.

“Wookieya..” yesung berjalan sambil menenteng belanjaanya tadi dan  menyembunyikan cincin tunangan untuk wookie di sakunya.

“aku ingin memberikanmu sesuatu” yesung duduk di tepi ranjang dekat wookie sekarang. Bungkusan yang isinya gaun ungu diletakkan di hadapan wookie.

Ada sedikit kebahagiaan yang muncul d wajah manis yeojachiggunya. Sedikit senyum terlukis di wajah wookie saat melihat bungkusan itu.

Perlahan wookie membukanya dan dia kaget saat melihat gaun yang tadi ingin dibelinya. Gaun itu sekarang ada di tangannya dan dihadiahkan oleh namjachinggunya.

“Oppa…ini…?” senyum manis mulai tergambar di wajah manis wwokie dan itu membuat yesung mulai merencanakan tahap selanjutnya dari rencananya.

“Nae, ini tadi aku belikan di toko yang terletak beberapa blok dari sini.”

“Aku tadi melihat oppa di toko itu saat pulang dari belanja.” Wookie kembali teringat akan yeoja itu dan senyumannya juga hilang dari wajah manisnya.

Yesung menatap yeojachinggunya yang kembali muram tapi dia tetap tersenyum “kamu pasti melihatku dengan wanita di toko itu kan?” Tanya yesung pada wookie yang membuat wookie tertunduk dan berharap mendapatkan jawaban, siapa yeoja itu.

“Chagi… kau cemburu ya..?” yesung mengangkat wajah yeoja manis yang bersedih di hadapannya.

Senyum jahil tergambar di wajah yesung, melihat wajah yeojachinggunya memerah karena pertanyaan yesung.

“Oppa… siapa dia?” dengan wajah cemberut dan wajah yang semakin memerah wookie berusaha mencari tahu siapa yeoja yang bersama yesung tadi.

“Ne.. aku akan kasi tau. Tapi pakai dulu gaun ini. Aku takut, aku akan menyerangmu lagi jika terlalu lama melihatmu seperti ini.” Senyum evil tergambar di wajah manis namja itu.

Seakan baru sadar kalau selama ini wookie tidak memakai sehelai pakaianpun. Wajah wookie bersemu sangat.. sangat merah karena malu. Entah bagaimana tampang yeoja imut itu mendapati dirinya sekarang tanpa pakaian. Hanya selimut yang menutupi bagian bawahnya. Wookie segera menarik selimut dan menutupi bagian atasnya yang tadi terbuka.

Yesung tersenyum geli melihat tingkah yeoja cinggunya yang malu-malu itu.

“Apa yang oppa lakukan?” yeoja manis itu sekarang cemberut dan tertunduk malu di hadapan namja chinggunya.

Yesung hanya tersenyum geli melihat wajah kekasihnya memerah seperti udang rebus.

“Lebih baik kau pakai gaun itu, jangan banyak bicara.” Perintah yesung pada kekasihnya. Senyum jahil masih mengembang diwajahnya.

“Oppa lebih baik keluar!” perintah wookie pada namja chinggunya yang berusaha mengeluarkan nada marah tapi terdengar lucu di telinga yesung.

“Andwe… aku kan sudah melihatnya. Kau ganti dihadapanku saja.” Masih dengan senyum jahilnya. Yesung ingin mengerjai kekasinya itu.

“Mwo… Andwe.. oppa keluar…!” wookie kaget mendengar perkataan yesung. Dan sedikit perintah dia menyuruh namja chinggunya meninggalkannya untuk memakai pakaian.

Yesung hanya mendengar perintah wookie hanya sebagai teriakan manis dibibir mungilnya.

“arra.. arra… aku akan keluar” dengan sedikit kebahagiaan karena telah mengerjai kekasihnya. Yesung meninggalkan yeoja chinggunya sendiri di kamar.

“Panggil aku kalau sudah selesai yah.” Sebelum namja itu meninggalkannya sendiri, yesung masih sempat mencium pucuk kepala yeoja chinggunya lembut.

.

.

.

Yesung terpesona saat melihat yeoja chinggunya memakai gaun yang dihadiahkannya. Wookie sangat cantik memakai gaun ungu itu. Gaun itu terlihat manis di tubuh mungilnya.

Namja itu berjalan mendekati wooki dan kembali mencium pucuk kepalanya. Dia semakin saying pada yeoja chinggunya.

“Oppa.. tadi aku ingin membeli ini.” Wokie memperhatikan gaun yang dipakainya. “tapi saat aku ingin mengambilnya, aku melihat oppa bersama yeoja itu. Siapa dia?” kembali lagi wooki menanyakan gadis itu.

“Chagiya…” yesung membelai kepala wookie dan memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Mengangkatnya agar wajah manis yeoja chinggunya dapat terlihat jelas.

“Yeoja itu adalah rekan kerjaku.” Jawab yesung lembut.

Wookie menatap namja chinggunya masih dengan tatapn penuh pertanyaan.

“Yeoja itu membantuku merencanakan ini.” Yesung melepas tangannya dari wajah manis wooki dan meraba saku celananya mencari benda kecil yang akan membuat yeoja chinggunya bahagia.

Dikepalkannya tangan yesung dihadapan wookie, berharap wookie terkejut melihat benda kecil itu yang tak lain adalh sebuah cincin untuk mengikat kekasihnya.

“Rencana…?” wookie menatap heran kepalan tangan yesung yang sekarang berada dihadapannya.

“Ne, aku ingin menyerahkan ini” yesung membuka kepalan tangannya dan memperlihatkan cincin manis yang dihiasi batu yang berwarna biru safir.

Wookie menatap cincin lalu menatap yesung bahagia. Terukir senyuman diwajahnya.

“Oppa..” suara wookie mulai parau dan sepertinya dia ingin menangis karena bahagia.

“Ne.. maukah kau menjadi istriku?” pinta yesung pada yeoja chinggunya yang dibalas dengan pelukan mesrah.

Hanya dengan pelukan yang diberikan oleh wookie, yesung yakin kalau yeoja chinggunya menerima lamarannya.

Yesung melepas pelukan yeoja chinggunya dan mencium bibir manis wookie sekilas. Setelah itu dia memakaikan cincin di jari manis yeoja imut yang merasa paling bahagia di dunia.

Yesung kembali memeluk wookie  sambil mencium pucuk kepala calon istrinya. Dan berbisik di telinganya.

“Saranghaeo chagi… saranghaeo wookieya…!”

“Nado… Nado saranghaeo oppa..”

Yeoja imut itu memeluk namja chinggunya erat seakan dia tidak ingin melepaskannya, dan yesung balas memeluknya erat.

Perlahan yesung melepaskan pelukannya dan mendaratkan ciuman lembut dibibir manis wookie.

“Bibirmu dingin wookiya…” yesung berbicara disela ciumannya dan kembali melumat bibir mungil Wookie, melumatnya dalam.

Wookie hanya tersenyum mendengar namja yang dicintainya berkata demikian.

“Op…oppa….! Changkamman!” Wookie mendorong yesung, melepaskan ciumannya karena dia membutuhkan sedikit oksigen.

Melihat tingkah wookie yang sangat manis, yesung sangat menginginkan yeoja chinggunya itu.

Wookie yang terlihat manis dengan wajah bersemu merah dihadapan yesung, membuat namja itu melanjutkannya dengan kembali melumat bibirnya dan pelahan meraba punggung wookie. Berusaha mencari resleting untuk membuka gaunnya.

Belum sempat yesung menarik resletingnya. Justru ciumannya yang dia tarik dari bibir mungil wookie.

Wookie menatap namja chinggunya heran. Sepertinya wookie sudah siap melakukannya.

Yesung tersenyum menatap yeoja chinggunya yang mendapatkan balasan kalau wookie sudah siap. Tapi yesung hanya memeluk tubuh mungil yeoja manis itu.

“Tunggu sampai kita sudah menikah yah….” Kata yesung lembut dan diakhiri dengan kecupan mesrah di pucuk kepala yeoja imutnya.

.

.

.

END

Yang yadong……..!!!!

Hahahaha *ngakak*

Jangan harap ada NC-an. Author nggak nahan ngetik’a.

Ini adalah FF hancurku selanjutnya. Ff tentang YeWook couple again. Author cinta mati ma YeWook Couple. *Nggak nanya*

Mohon reviw…..

Gomawo….
^^

Super Junior Yesung Memakaikan Gaun Untuk “Anaknya?(Komink)”

Pada 20 Oktober, Yesung Super Junior berbagi beberapa foto anak anjing nya. Dia tweeted, “kami Ko Ming adalah mengenakan gaun, dan bersenang-senang ~ ~ ^ ^ hehe”.

Dalam gambar, anjing Yesung yang ‘Ko Ming terlihat mengenakan gaun merah muda, yang dia menunjukkan off untuk memperlakukan lezat. Idola mengungkapkan anjing nya awal tahun ini, dan penggemar mengambil memanggil anjing ‘anak’ nya, karena ‘Ko Ming’ adalah bahasa slang untuk ‘anak’ atau ‘anak’ dalam bahasa Korea.

“Komink bisa juga nari2 yah…!! Oppa senang banget ngepos anak2′a” #Plak (d gampar Yeppa). Mian….

Super Junior’s Yesung looks like a prince in his latest selca

*Lihat ni Oppa manistt banget*

Pada 29 Oktober, Yesung Super Junior berbagi selca pangeran yang memamerkan terlihat tampan.

Dia tweeted, “Ketika aku bosan, aku menatap ke angkasa dalam keadaan linglung.”

Dengan riasan mata dan jaket berkerah tinggi, Yesung terlihat seperti pemodelan dia untuk pemotretan model, daripada melamun. Penggemar membicarakan tentang bagaimana dia terlihat seperti anak cantik yang melonjak langsung dari sebuah buku komik.

Netizens berkomentar, “Apakah dia syuting sesuatu? Jaket hitam pertandingan dengan sangat baik “,” keindahan-Nya … tidak ada kata-kata “, dan” Silakan terus berbagi gambar pada keberadaan Anda! “

 

Source + Photos: OSEN via Naver

FF

I Like You but I Love Other

Genre : Romance

Pairing : YeWook+Henry+Salli F(x)

Author adalah Cloud n forever Cloud, makanya buat ff ini.

Yesung milik author #Ditimpuk Cloud.

N paling suka YeWook.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Kim Ryeowook POV~

Setahun sudah aku bergabung di klub ini. Dimana semua anggotanya didominasi oleh namja. Klub yang banyak disukai para yeoja. Tentu saja banyak yeoja yang suka, ini kan klub sepak bola! Sebuah klub yang dipenuhi namja yang sangat tampan.

Seorang yeoja di klub ini adalah aku sebagai manejer. Memang aku disini masuk untuk menjadi manejer, sih. Nyatanya, aku disuruh membersihkan ruang klub yang kotornya minta ampun. Disuruh membeli air saat mereka istirahat latihan. Itukan merepotkan….!

Tapi, aku suka berada di klub ini. Bagaimana tidak, secara gitu…! Dikelilingi pria-pria tampan. #Plak (dilempar bata)

“Kim Ryeowook…..!” aku menoleh ke arah suara yang memanggilku.

Seorang namja manis dan bermata sipit berlari menghampiriku yang duduk di bawah sebuah pohon.

Kupandangi namja manis itu kelelahan setelah berlatih tanding. Dia berjalan lelah kearahku.

“Ne…! Ambil ini!” kulemparkan sebotol air mineral kearah Yesung Oppa. Aku sudah tau jika meraka sudah menghampiriku. Artinya ini saatnya mereka istirahat.

Ditangkapnya botol itu dengan mantap. “Gomawo..”

Perkenalkan dia adalah seniorku di Suju High School ini. Kim Jong Woon tapi kami memanggilnya Yesung Oppa yang sekarang berada di kelas tiga, satu tingkat diatasku. Namja yang tidak hanya jago bermain bola, tapi juga memiliki suara yang sangat indah. Aku pernah mendengarnya bernyanyi. Jarang sekali dia bernyanyi di sekolah. Saat itu aku pernah mendengarnya. Namja yang membuatku pertama kali merasakan perasaan berdebar-debar saat mendengar suaranya. Sejak saat itu aku mengenalnya. Tapi entah kenapa sepertinya dia tidak mengenalku.Apakah dia sudah lupa pertemuan waktu itu?

Ahh… Lupakan Kim Ryeowook.. mungkin saja hanya aku yang merasakannya.

Yesung Oppa duduk tidak jauh dariku. Dibukanya botol air mineral yang aku berikan tadi dan di minum setengahnya. Kulihat dia kelelahan karena latihan.

“Noona…! Kualihkan pandanganku darinya.

Seorang namja yang sangat aku kenali suaranya dan paling membuat aku bahagia jika dia memanggilku. Namja yang lebih muda setahun dariku, dan aku sangat senang jika berada didekatnya. Namja tampan tapi memiliki sifat yang buruk. Ya… namja yang aku suka sejak bergabung di klub ini.

“Ne… Tangkap!” sekali lagi kulemparkan sebotol air mineral ukuran sedang dan ditangkap dengan mantap.

Kulihat wajahnya menatap kecewa ke botol air yang aku lemparkan, “apa-apaan ini! Kok, ini yang kau berikan padaku!” katanya marah.

Namja manis dengan postur tubuh yang termasuk tinggi itu seenaknya memarahiku!

Kukembungkan pipiku dan menatapnya kesal.

Plak…… Sebuah botol melayang kearah namja yang memarahiku tadi dan tepat mengenai dahinya.  “Ambil saja Kyu, semua kan minum itu juga” perintah Yesung Oppa.

“Apaan sih. Hyung….!” Dia megelus dahinya yan sakit dan duduk di dekat namja tadi kesal.

Kuperhatikan sekarang kedua namja itu sedang bertengkar mulut.

Cho Kyuhyun. Itulah nama namja itu. Namja yang memenuhi pikiranku sejak aku bergabung di klub sepak bola ini. Entah kenapa, walaupun namja itu selalu memerintahku dan sering sekali menjahiliku, aku tetap menyukainya.

Aku tahu kalau dia adalah namja yang baik. Hanya sifatnya saja yang buruk dan sering menjahili temannya walaupun itu hyungnya sendiri.

Dasar anak yang kekanak-kanakan!

~Kim Ryeowook POV End~

0o0o0o0o0o0oo00o

~ Yesung POV~

Kulirik Wookie saat kuminum sebotol air mineral yang diberikannya padaku tadi. Masih saja dia menatapnya dengan tatapan seperti itu!

Entah kenapa jika Wookie menatap Kyu seakan kebahagiaan tergambar di wajah manisnya itu. Kadang saat Kyu memerintahnya membeli sesuatu atau diminta dibuatkan teh. Wookie mau saja membuatkannya. Memang awalnya Wookie menolak, tapi ujung-ujungnya setelah diminta terus menerus akhirnya dikabulkan juga keinginan Kyu. Apa mungkin dia menyukai Cho Kyuhyun?

Hatiku sakit jika memikirkan Kim Ryeowook menyukai Kyuhyun. Apa bagusnya Kyu? Bukankah Kyu selalu menindasnya. Mengapa dia tetap saja menatapnya dengan tatapan yang membuat hatiku sakit.

Seorang Yeoja yang aku cintai sebelum dia masuk ke klub ini. Yeoja yang mencuri hatiku dan memenuhi pikiranku sejak waktu itu. Apa dia masih ingat peristiwa waktu itu?

“Ahh…. Mian.!” Seorang yeoja berdiri dihadapanku gugup. Sepertinya dia murid kelas satu.

Aku menatapnya datar. “Nae..?”

“Ngh… Choi Jin Ri imnida. Tapi aku biasa di panggil Sulli.” Katanya memperkenalkan diri padaku. “Aku murid kelas satu. Boleh aku bergabung jadi manejer di klub ini?”

Aku berfikir sejenak menmpertimbangkan keinginan yeoja yang sedang berdiri di hadapanku.  “Manajer yah?”

Bagus juga kalau dia bergabung, setidaknya Wookie tidak terlalu kerepotan akibat Kyuhyun!

“Wookiya…!” kulambaikan tanganku memanggil wookie yang masih membantu anggota tim sepak bola yang lain.

Wookie berjalan mendekatiku. “Ada apa Oppa?” tanyanya penasaran.

Kutatap Wookie dan Yeoja yang ingin bergabung dengan klup sepak bola bergantian. “Yeoja ini Choi Jin Ri-ssi” Kukenalkan yeoja itu pada Wookie. “Dia ingin bergabung dengan klub sepakbola kita. Dia akan menjadi asistenmu.” Wookie menatapku, mengerti akan penjelasanku.

“Nae..Arasso Oppa.”

Wookie berbalik menatap Yeoja itu dan memperkenalkan diri. “Anyong.. Kim Ryeowook imnida.” Mereka bersalaman dan saling memperkenalkan diri masing masing.

“Ne Unnie. Choi Jin Ri imnida, tapi Unnie boleh memanggilku Sulli saja.”

Setelah mereka sudah saling kenal, Wookie membawa sulli ke ruang klub sepak bola.

Mudah-mudahan dengan datangnya Sulli menjadi anggota, Wookie bisa dibantu olehnya.

~ Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Sejak kedatangan Sulli di klub sepak bola. Pekerjaan Kim Ryeowook tidak berkurang, malahan Kyuhyun lebih sering menyuruhnya. Entah itu keinginan Kyuhyun sendiri atau….

~Kim Ryeowook POV~

Kenapa aku jadi tidak suka dengan Sulli yah? Padahal kan, dia tidak pernah menggangguku ataupun menyusahkanku. Justru dia malah patuh padaku. Aku merasa risih kalau dia ada disini.

Aiissshh…ada apa denganku? Bukan saatnya memikirkan orang lain. Lebih baik aku memahami Choi Jin Ri. Mugkin juga anak itu tidak seburuk yang aku pikirkan.

“Anyong..!” aku menoleh dan kulihat Sulli memasuki ruang klub sepak bola.

Kutatap dia dan tersenyum menyembunyikan kekesalanku yang tanpa alasan padanya. “Kenapa kau baru datang?” tanyaku langsung.

“Mian..!” Sulli berjalan mendekati kyuhyun yang asik dengan PSP yang selalu dibawanya. “Tadi seosangnim memanggilku. Jadi aku sedikit terlambat.” Katanya menjelaskan tanpa menatapku.

Kutatap dia, “Ohh…!”

Kenapa anak ini? Tidak sedikitpun rasa bersalah dalam dirinya. Sudah tau terlambat.. malah tidak membantuku. Dia malah dekat-dekat Kyu dan memperhatikannya bermain PSP.

“Kyu..?” dia mengalihkan pandangannya sejenak dari PSP-nya. “Lebih baik kau bantu aku membuang sampah ini.” Kuletakkan sampah plastik di dekat Kyu dan Sulli.

“Apa sih…” dia kembali menatap PSP sialan itu “ Noona mengganggu saja. Lagi asik nih!”

“Kyu…Kau…!” kutatap namja itu jengkel.

Sulli mengambil sampah plastik itu. “Biar aku saja yang buang Unnie!” kata Sulli. Dia lalu berjalan keluar dari ruangan ini.

Apa-apaan anak itu? Bukankan memang itu tugasnya!

Jika terlalu lama berada di klub ini aku bias gila melihat yeoja satu itu. Tapi… mengapa aku seperti ini padanya? Apa karena ia dekat dengan Kyuhyun? Apa aku cemburu padanya? Mengapa aku sesakit ini memikirkan mereka?

semua namja di klub ini sayang padaku, terutama Kyu. Dialah yang paling dekat denganku. Walaupun kami sering bertengkar, tapi justru itu yang membuaku lebih dekat dengannya dibanding namja lain di klub ini.

Dulu…karena hanya aku satu-satunya yeoja di klub ini. Aku merasa sangat disayang dan dilindungi disini. Tapi sejak kedatangan yeoja itu, semua perhatian beralih padanya. Apa karena dia lebih muda dan lebih cantik?

Kau terlalu serakah Kim Ryeowook. Kau teralu mengharapkan semua menyayangimu.

Tanpa terasa air mataku sudah mulai tumpah membasahi pipiku. Kulirik Kyuhyun yang masih asik memainkan PSP-nya. Lebih baik aku pergi dari sini sebelum dia melihatku seperti ini.

Kutinggalkan tempat ini masih dalam keadaan berantakan. Aku berjalan pelan keluar menyembunyikan wajahku yang sudah memerah karena menangis.

Brugh…!!! Aku kaget sesaat sebelum aku melangkahkan kaki aku menabrak seseorang dihadapanku. Aku sadar kalau yang aku tabrak adalah Yesung Oppa. Aku berlari tanpa menoleh kearahnya. Tidak berani aku menatapnya dalam keadaan menangis seperti ini.

“Wookie…?”

Kudengar Yesung Oppa memanggilku tapi aku tetap berlari meninggalkan ruang klub itu.

~Kim Ryeowook POV End~

0o00o00o0o0o00o

~Yesung POV~

“Wookieya……!!” kupanggil yeoja itu cemas.

Ada apa dengannya? Mengapa dia seperti sedang dikejar fans. Eh… maksudku dikejar anjing.#Plak(Abaikan) Mengapa Ryeowook terburu-buru pergi. Dan sepertinya aku lihat tadi dia sedang menangis. Kulirik Kyu yang asik sendiri memainkan PSPnya

Plak…! Kujitak kepala kyu yang tidak menyadari kedatanganku.”Kyu.”

Dia menoleh kearahku kesal, “apaan sih Hyung? Jadi kalah kan!” diletakkannya PSP yang sudah entah berapa lama dimainkannya dan beralih menatapku.

“Apa yang terjadi pada Wookie?” kutanya Kyu penasaran. Mungkin dia tau mengapa wookie jadi aneh.

Kyuhyun menatapku sambil mengerutkan dahinya, “Mana aku tahu Hyung, sejak tadikan aku main PSP terus. Mana sempat aku memperhatikannya.” Dia menoleh kearah Sulli yang baru datang. “Tanya saja pada Sulli!”

Sulli meletakkan keranjang sampah yang telah dibawanya dan berjalan kearahku heran.

“Kau tahu apa yang terjadi pada Wookie?” tanyaku padanya.

“Ani Oppa. Saat sebelum aku masih di ruangan ini. Aku melihat Wookie Unnie baik-baik saja.” Jawabnya.

Kualihkan pandanganku, menatap ruangan yang masih berantakan. “Kyu! bereskan tempat ini. Aku akan mencari Wookie.” Sebelum sempat dia mengambil PSPnya, aku merebutnya lebih dulu. “Aku sita benda ini.” Kugenggam PSP yang berada di tanganku dan meninggalakan ruangan ini.

“Ya.. Hyung. Ini kan bukan salahku.” Kudengar kyuhyun mengoceh karena untuk sementara dia terpisah dari PSP tercintanya.

Ku tinggalkan ruan klub sepak bola sementara Kyu dan Sulli membereskannya lalu aku mencari dimana Wookie. Aku cemas akan keadaannya. Sepertinya yeoja itu sedang menangis lagi.

Anak itu, entah kenapa sangat mudah menangis hanya karena masalah kecil. Aku merasa dia seperti anak kecil yang cengeng.

Hiks….Hiks….Hiks…..

Sebuah suara isak tangis menghentikan langkahku. Dibawah sebuah pohon besar yang berada cukup jauh di belakang sekolah aku menemukan seorang yeoja mungil duduk menyendiri sambil memeluk kedua lutut dan mendekap wajahnya. Sepertinya tebakanku benar. Dia sedang menangis lagi.

Kulangkahkan kakiku berjalan sepelan mungkin agar Wookie tidak merasakan kedatanganku. Mungkin dia akan pergi jika tau aku mendekatinya. Perlahan aku duduk di dekatnya berhati-hati.

Wookie berbalik menyadari kedatanganku. “Oppa…?” dia kaget  menatapku yang tiba-tiba berada didekatnya.

Tebakanku benar. Dia spontan berdiri dan akan beranjak dari tempat ini saat melihatku. Sebelum itu tertjadi, aku terlebih dahulu menggenggam tangannya dan menariknya duduk kembali di dekatku. Berkali-kali Wookie mencoba melepaskan tangannya dari genggamanku tapi aku memegang tangan kecilnya erat agar tidak pergi dari tempat ini.

Wookie sadar kelemahannya dan tidak mencoba lagi lepas dariku. Dia berbalik dan membelakangiku sementara aku masih menggenggam tangannya. Tidak satupun kata-kata yang terucap dari mulut kami.

Hening… Suasana di tempat ini. Hanya suara angin dan kicauan burung yang terdengar. Sesekali Wookie terisak karena menahan tangisnya. Mengapa dia menahan tangisannya?

Mengapa seorang yeoja yang baik dan manis seperti dia harus menangisi seorang namja bodoh seperti Cho Kyuhyu. Sebegitu cintanyakah Wookie pada namja itu? Aku ingin sekali memeluk dan menenangkannya. Aku ingin yeoja yang ada di dekatku sekarang ini melupakan namja yang tidak pernah peduli padanya.

Hatiku sakit melihatnya menagis terus…

Kutarik tangannya kasar agar dia berbalik dan aku mencium bibirnya….

~Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

~Kim Ryeowook POV~

Mengapa Yesung Oppa tau kalau aku disini? Apa dia mengikutiku?

Kusembunyikan wajahku darinya. Aku malu menangis dihadapannya. Aku malu karena hanya masalah sepele aku menangis.

Memang aku yeoja yang paling gampang mengeluarkan air mata hanya karena masalah sepele. Hatiku sangat mudah menangis jika memikirkan hal-hal yang menyakitkanku.

Aku ingin kabur dari tempat ini. Aku ingin melepaskan kesedihanku sendirian.Tapi, mengapa dia menahanku dan menggenggam tanganku terus. Kucoba melepaskan genggamannya, tapi dia terlalu kuat untukku.

Baiklah… biarkan Yesung Oppa disini. Biarkan dia melihat betapa menyedihkannya aku. betapa cengengnya Kim Ryeowook.

Aku sedih… tapi aku malu menangis dihadapan Yesung Oppa.

Tapi…..

Yesung Oppa tiba-tiba menarik tanganku kasar agar berbalik menatapnya. Saat itu juga dia langsung mencium bibirku paksa. Aku menolak, tapi Yesung Oppa menahanku dan tetap mencium bibirku dalam. Perlahan air mataku mengalir dan saat itu Yesung Oppa melepaskan ciumannya.

“Mi..mian….!” kulihat Yesung Oppa tertunduk menyesali perbuatannya.

Aku menatapnya kaget yang mematung dihadapanku. Saat itu juga aku menangis dihadapannya. Dan kali ini air mataku tidak dapat kutahan lagi. Air mataku tumpah begitu saja membasahi pipiku. Entah kenapa kesedihan yang kutahan tadi, keluar melalui air mataku.

0o0o00oo0o0oo0o0

“Aku dan Henry berencana akan mencoba berpetualang ke gunung. Hitung-hitung latihan kan?” Kudengar Kyuhyun menceritakan rencananya pada Sulli semangat.

Sulli mendengarnya juga ikut bersemangat, “Kapan itu Oppa?” tanya Salli.

“Hmm…mungkin bulan ini” jawab Kyuhyun ragu. “aku masih belum menentukan daerah mana yang memiliki bukit yang bagus untuk dijelajahi.” Lanjutnya lagi.

“Aku boleh ikut tidak?” kulihat Sulli menatap kyu dengan tatapan memohon.

Kyu balik menatapnya ragu dan tersenyum licik, “Apa kau bisa menjelajahi gunung dengan tampang seperti itu?” kata kyuhyun meremehkan dan berbalik menatapku. “Iyakan Noona?”

Kedua orang itu sekarang menatapku bersamaan. Kulihat Kyu mengisyaratkan agar aku mau mendukungnya mengerjai Salli. Salli hanya menatapku dengan wajah polosnya datar.

Tentu saja aku ingin mengerjai anak ini. “Ne… kau lebih baik tidak ikut salliya” kataku menambahkan ucapan Kyu.

“Kau dengar itu kan..!” kyu kembali bersemangat dan melanjutkan rencananya. Sepertinya?

“mengapa aku tidak boleh ikut?” tanya Salli yang tidak mau diremehkan.

Kyu kembali menatapku meminta dukungan setelah itu kembali menatap Salli “kuberi tahu kau ya..” kyu mulai mengeluarkan kata-kata sadisnya “seorang yeoja lemah sepertimu. Yeoja yang sering bergaya ke sekolah. Tidak akan tahan untuk menjelajahi gunung. Kau akan menjadi beban bagi temanmu.” Sebuah senyum licik tersungging dari bibir Kyu.

Tega juga dia mengucapkan kata-kata seperti itu. Tapi bagus juga sih! Hitung-hitung pembalasan pada anak manja itu.

“Aku bisa kok tidak jadi beban.” Kali ini tatapn kecewa terlihat jelas di wajah Yeoja itu.

Rasakan kau dikerjai Evil Bodoh itu!

Sepertinya rencana Kyuhyun menjahili satu orang bodoh berhasil lagi. “Arasso..! kalau kau ingin ikut, kau harus merubah sifat lemahmu dan gaya pakaianmu itu tidak pantas untuk menjelajahi gunung” sebuah kemenangan tergambar di wajah Kyu. Aku hanya memperhatikan mereka geleng-geleng sambil tersenyum.

Salli kembali semangat dan meperbaiki duduknya agar terlihat serius, “Ara..! aku bisa berubah!” kata Salli pasti.

“begini saja. Ada sebuah bukit dekat rumahku di kampung. Kita bisa mencoba dulu disana. Kalu kau kuat, aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih menantang.” Kyu sepertinya menerima permohonan Salli.

Kulihat sekarang Salli tersenyum bahagia karena kyu mau mengajaknya.

Tunggu…? Bukankah kyu hanya mengerjai yeoja bodoh itu? Aku sampai semangat mendukungnya.

Kutatap kyu kesal, “aku tidak kau ajak?” pintaku segera.

Baru kali ini kyuhyun mengajak yeoja pergi menjelajahi gunung. Bukankah selama ini dia hanya pergi dengan Henry? Setidaknya hanya namja saja yang biasa dia ajak.

Padahal kan dulu aku pernah meminta diajak tapi dia menolak mentah-mentah tanpa alasan. Sekarang giliran Salli orang yang baru berada disini, semudah itu diajaknya.

Sekarang hatiku menjadi panas. Aku kesal mendengarnya. Aku tidak mau kalu dia pergi trus aku tidak diajak. Aku kesal…!

“Tuh kan.. Noona saja yang belum pernah aku ajak. Semangat ingin pergi. Padahal kan dia yeoja yang kuat” Kyuhyun memandangi Salli berharap mengurunkan niatnya untuk ikut. Mungkin…

Salli berkali-kali membujuk Kyu agar mau di ajak ketempat yang dikatakan Kyu tadi. Bermacam cara juga dilakukan Kyu agar Salli mengurungkan niatnya. Tapi sepertinya paksaan dan bujukan Salli lebih kuat dibanding Kyu.

Kyu menoleh kearahku berharap membantunya lagi, “Bagaimana Noona? Kalau kau mengizinkan. Aku akn mengajaknya.” Sekarang Salli juga balik menatapku memohon.

Kata-kata kyu membuat aku terjebak dalam permainan bodonya. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau mereka pergi. Apa lagi berdua. Lagian aku tidak pernah diajak. Mana mungkin aku mengiyakan keinginannya.

“Bagaimana Noona? Bolehkan aku pergi?” kupandangi Salli sekarang yang memohon padaku. Memandangiku dengan wajah polosnya yang membuat aku kesal.

“Andwe…! Kalau ingin pergi aku juga diajak!” kutolak mentah-mentah permintaanya dengan sebuah alasan. Kualihkan pandanganku dari tatapan Salli.

Sekarang Salli berbalik menatap Kyu berharap, “Bagaimana Oppa?”

Aku juga ikut memandangi Kyuhyun. Bagaimana sekarang? Apa lagi rencananya? Aku tahu kau mungkin mencari alasan lagi. Aku tahu sifatmu itu.

“Bagaimana ya?” dia berfikir sejenak “kalau ada seorang lagi yang bisa mengendarai motor. Noona bisa ikut.” Kata kyuhyun lagi.

Sepertinya kali ini keinginan Salli akan berakihir disini. Tak seorangpu ada disini kecuali kami bertiga. Akhirnya aku selamat dari jebakan Kyuhyun.

Kulihat Salli kecewa dan berfikir keras bagaimana caranya agar dia bisa pergi.

Kutarik nafas lega…

“Anyong…!” tiba-tiba Yesung Oppa masuk. Semua tatapan tertuju padanya.

Bagaimana ini? Aku tahu apa yang akan dilakukan Salli kali ini.

“Wae…? Mengapa kalian bertiga menatapku seperti melihat hantu.” Kata Yesung heran sambil menatap kami bertiga satu persatu.

Tapi, saat mata kami bertemu. Aku langsung menoleh malu menatapnya. Sepertinya Yesung Oppa juga buru-buru menarik tatapannya dariku.

“Hyung kan memang seperti hantu!” kata kyu yang langsung di lempar dengan bola yang dibawa oleh Yesung Oppa. Tapi Kyuhyun masih sempat menghindarinya.

Sulli mendekati Yesung Oppa. Kali ini tatapannya sangat memohon. “Oppa?”

“Wae..?” Sulli berjalan mengikuti langkah Yesung Oppa dan duduk didekat kami. Dia duduk cukup jauh dariku.

Sekarang Salli duduk didekat Yesung Oppa dan kembali menatapnya dengan wajah polos, “Apa Oppa bisa bawa motor?” tanyanya langsung.

“Mengapa kau bertanya seperti itu padaku. Apa aku terlihat seperti namja yang tidak bisa mengendarai motor.” Katanya jengkel, “Tentu saja aku bisa! Waeyo..?”

Senyuman terlihat dari wajah Salli, “Kalau begitu Oppa bisa ikut dengan kami pergi menjelajah gunung yang ada di kampung Kyuhyun Oppa?” tanyanya menjelaskan. “Saya dengan Oppa Kyuhyun dan Oppa bersama Wookie Noona.” Yesung Oppa langsung menatap Salli kaget. Setelah itu dia balik menatapku.

Tentu saja aku tidak menatapnya. Aku tahu kalau Salli akan berkata seperti itu. Dengan santainya dia berencana seperti itu. Membuat aku tambah kesal.

“Andwe.. aku tidak mau ikut-ikutan dengan rencana bodoh kalian” Sepertinya Yesung Oppa sadar dengan tingkahku dan menolak ajakannya.

Aku sih, bersyukur Yesung Oppa menolaknya. Tapi anak itu tidak mau kalah. Dia terus saja memohon pada Kyuhyun agar mau diajak.

Mengapa sih anak itu tidak mau menyerah juga. Aku sampai kesal melihat tingkahnya.

“Oppa.. bagaimana ini? Aku ingin sekali merasakan menjelajahi gunung.” Nada bicara Salli mulai sedih dan sepertinya hal itu membuat Kyu resah juga.

Kutatap kyu yang juga menatapku, ada isyarat agar aku membantunya. “Kalau Wookie Noona mengizinkan, aku akan mengajakmu.” Tiba-tiba kata itu lagi yang menjebakku.

Kutatap Kyu jengkel, “Mengapa aku? kalau ingin pergi! Ya.. pergi saja!” kataku kesal.

Salli menatapku dan kyu bergantian berharap kyu mengiyakan, “aku tidak mau kata itu yang keluar dari mulut Wookie Noona. Aku ingin hanya kata YA” ditekankan kata “YA” diakhir kalimatnya.

Berkali-kali Salli memohon agar hanya kata “YA” yang aku ucapkan.

Aku sih tidak peduli lagi mereka mau pergi atau tidak, walaupun aku tidak diajak. Aku tidak ingin lagi terjebak dengan permainan Kyu. Sesekali aku menoleh kearah Yesung Oppa agar mau membantuku menolak, tapi dia tidak pernah menatapku.

Apa yang Kyu pikirkan, mengapa dia membuatku kesusahan. Saat aku ingin meninggalkan tempat ini, Salli memegang lenganku erat agar tidak beranjak pergi. Perlakuannya itu membuatku kesal.

Kalau ingin pergi ya pergi saja! Gerutuku kesal.

“Noona…. Bilang saja kata YA” berkali-kali dia memohon. Sampai air matanya sudah mulai keluar. Terlihat ada emosi tergambar diwajah Salli saat aku menatapnya.

Aku juga kan emosi…!

Kutatap Yeoja itu kesal. “YA!” akhirnya kata itu kuucapkan juga.

“Jongmal..?” Salli menatapku dengan wajah kemenangan.

Kesal aku saat melihat Yeoja satu itu! Mengapa harus persetujuanku? Mengapa kyu bersikap seperti itu?

Aku berdiri kesal dan meninggalkan tempat ini. Masih kudengar mereka berdebat merencanakan keberngkatannya  berdua.

Mengapa aku kesal lagi? Jengkel pada anak itu lagi.

Tunggu..? tiba-tiba aku tersadar, mengap kyu seperti itu. Apa mungkin karena memang kyu sebenarnya memang ingin mengajak Salli pergi. Hanya saja dia tidak mau terlihat seperti sedang mengajak Salli. Dia ingin agar Salli pergi hanya karena aku mengizinkannya.

Babbo..babbo..! betapa bodohnya aku. mengapa baru sekarang aku menyadarinya.

Wajahku mulai panas dan aku ingin menangis lagi. Sekali lagi hatiku sedih hanya karena masalah sepele. Aku memang cengeng.

~Kim Ryeowook POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Yesung POV~

Sesekali kulirik ketiga orang yang ada di dekatku ini berdebat.

Apaan Evil satu itu? Kalau mau pergi, pergi saja. Mengapa harus meminta persetujuan Wookie.

Kulirik Wookie yang mulai terpojok karena didesak oleh Salli. Sepertinya pertahanan Wookie untuk menahan mereka pergi akan tumbang.

“YA!” kata itu keluar juga dari mulutnya. Kata yang akan membuat Kyu dan Salli jadi pergi berdua untuk menjelajahi gunung di kampungnya.

Kata itu sangat membuat Yeoja manis itu terluka lagi. Seperti kata yang mengiyakan kalau Salli boleh berkencan dengan Kyu.

Yeoja itu sepertinya akan menangis lagi. Sementara Salli dan Kyu berbahagia merencanakan kepergian mereka.

Kukejar Yeoja yang sedang bersedih itu lagi. Seperti biasa mungkin dia akan ketempat itu.

0o0o0o0o0o0o0o0o

Aku duduk perlahan di dekat Ryeowook. Dan kali ini dia tidak mencoba kabur karena kedatanganku. “Mengapa Oppa datang lagi?” tanya wookie sedih.

Kutatap mata Wookie dalam, ada kesedihan yang timbul karena melihat yeoja yang dicintainya itu bersedih lagi. “Aku tau kalau kau akan menangis lagi. Aku tau jika kau ingin menangis kau akan kesini.” Kataku  lembut.

Air mata wookie mulai mengalir membasahi pipinya. Kali ini dia tidak menahannya seperti waktu itu. Kuusap kepalanya lembut dan hal itu spontan membuatnya kaget. Tapi dia tidak mencoba menghindariku. Kutarik kepalanya dan membenamkan wajahnya didadaku. Aku merasakan air matanya membasahi kemejaku. Dia menangis…

Kupeluk dia erat

~Yesung POV End~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Yeoja manis itu menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Yesung.

“Oppa?” suara parau dan masih terisak sesekali memanggi namja yang dipeluknya. “Apa aku sangat cengeng?” tanya yeoja manis itu masih dalam pelukan yesung.

“Ne.. Kau memang sangat cengeng!” spontan wookie mendorong yesung kebelakang dan melepaskan pelukannya karena mendengar katanya. Dia menatap namja yang ada didepannya dengan mata yang masih berlinangan air mata.

Wokkie manatap namja manis itu kesal. “Iya sih..!” tatapan yeoja itu berubah karena menyadari kalau dia memang yeoja yang gampang sekali mengeluarkan air mata. “Gomawo Oppa” kata wookie lalu yeoja itu tersenyum menatap yesung.

Yesung menatap yeoja itu dan membalas sersenyumnya lembut. “Akhirnya kau tersenyum juga”

_Kim Ryeowook POV~

Kutatap yesung Oppa tiba-tiba yang masih menatapku. Spontan aku tertunduk melihatnya tersenyum selembut itu padaku. Mungkin saat ini wjaahku memerah tanpa kusadari.

Baru kali ini aku melihatnya tersenyum secara langsung dihadapanku. Dia ternyata sangat manis. Hanya saja kekonyolan namja ini membuatku tidak sadar kalau selama ini dia namja yang memiliki paras seperti yeoja. Namja yang memiliki mata sipit yang indah. Dan sekarang aku melihat matanya semakin sipit karena tersenyum.

“Gwencana? Apa kau sakit?” yesung oppa menatapku cemas “mengapa wajahmu memerah? Apa kau demam?”

Kupegang wajahku memeriksa apa aku demam. “Aniya. Aku tidak sakit” kataku.

Ommo.. apa memang sekarang wajahku semerah itu? Mengap aku tidak sadar. Dan juga mengapa jantungku berdegup sekencang ini. Sekarang aku gugup di dekat yesung oppa.

Aiss…!! Aku malu. Lebih baik aku pergi saja.

Sebelum aku pergi dari tempat ini, yesung oppa menarik tanganku dan sekali lagi memelukku lembut.”kau tidak perlu pergi.” Yesung oppa berbisik ditelingaku.”Kalau dengan seperti ini kau tidak perlu malu aku melihat wajahmu kan?”

Suaranya terdengar lembut ditelingaku. Itu membuat jantungku semakin berdegup lebih kencang. Mungkin saat ini Yesung Oppa bisa mendengarnya.

Ya.. tuhan. Tenyata aku mencintai Yesung Oppa.

Yeusung Oppa menarikku melepaskan pelukannya. Aku tertunduk karena menatapku. Disentuhnya daguku dan mengangkat wajahku agar menatapmya. Perlahan namun pasti Yesung Oppa menempelkan bibirnya ke bibirku dan menciumku lembut.

Kali ini aku tidak menolaknya, dan kali ini ciumannya tidak sekasar yang dulu. Ciuman ini sangat lembut dan memang aku juga menikmati dia menciumku. Sampai saat kami mulai kehabisan nafas.

Yesung Oppa melepaskan ciumannya dan menatapku lembut. Nafasnya tersenggal dan saat ini wajahnya merah padam seperti wajahku sekarang ini.

Kutundukkan wajahku yang mungkin saat ini memerah seperti udang rebus, malu aku melihatnya. “Apa Oppa menyukaiku?” dengan malu aku bertanya pada yesung oppa mengapa dia menciumku.

Yesung Oppa mengangguk dan langsung memelukku dengan tersenyum bahagia. “Jeongmal saranghaeo Wookiya. Sejak pertama bertemu denganmu, aku sangat menyukaimu.”

Aku membalas memelunya, “Ne Oppa. Nado. Sebenarnya aku pernah menyukai Oppa saat bertemu dulu. Hanya saja Oppa yang konyol tidak mengingatku.” Kudengar Yesung tertawa pelan.

“Pabo.. aku tidak pernah melupakanmu.” Katanya sambil mengecup puncak kepalaku lembut.

.

.

.

~FIN~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Huaaaaa…..! (Teriak gaje…!)

Akhirnya selesai juga setelah beberapa hari ngetik. Sibuk juga dengan pekerjaan lain.

Author mengetiknya saat mau tidur, sampai-sampai Laptop yang menonton author yang ketiduran. (Poor author)

Ini pairing tentan YeWook lagi.

Hidup YeWook….! *Teriak keliling kampong* #author ditimpuk sandal ma tetangga teriak2

Mian karean reader bingung membacanya. Mian karena terlalu berbelit-belit.

Mian…mian…miaaaaan (sambil nunduk ) #plak *author kelewatan*

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.